Rabu, Juni 12, 2024

Target Pengembangan Padi Kalbar 945 Ribu Ton pada 2022, Florentinus Anum: Masih Didominasi Petani secara Swadaya

DINDANEWS, PONTIANAK – Pada 2022 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) mematok target pengembangan padi di areal seluas 315 hektare, dengan produktivitas 945 Ribu Ton.

Untuk mencapai target pengembangan padi di Kalbar dengan produktivitas 3,1 ton per hektare tersebut, intervensi pemerintah masih perlu dimaksimalkan.

Pasalnya, sebagian besar luas areal yang menjadi target pengembangan padi di Kalbar tahun ini masih ditangani para petani secara swadaya.

“Kami tidak memungkiri, untuk pengembangan padi ini masih didominasi petani secara swadaya,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar Florentinus Anum, Kamis 3 Februari 2022.

Dominasi petani secara swadaya tersebut, jelas Anum, lantaran bantuan pemerintah untuk pengembangan pagi, baik dari Pusat maupun Provinsi saat ini ada pengurangan.

Pun demikian, upaya untuk mencapai target pengembangan padi Kalbar tahun ini tetap dilakukan. Di antaranya melalui kebijakan intensifikasi terhadap tahapan proses produksi.

“Intensifikasi ini dari hulu sampai ke hilir, mulai dari semai, pengolahan tanaman, pemupukan dan sebagainya, kemudian panen sampai ke pada tata niaga,” jelas Anum

Menurutnya, intensifikasi untuk mencapai target pengembangan padi tersebut memerlukan sentuhan teknologi.

“Teknologi di pertanian itu selalu menjadi satu amunisi. Dalam intensifikasi pertanian tentu butuh benih yang unggul,” kata Anum.

Selain itu, lanjut Anu, untuk memaksimalkan potensi dan efisiensi dibutuhkan pengembangan berbasis klaster yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Bukanhanya pemerintah, namun juga melibatkan masyarakat, swasta dan lainnya. Sehingga ada kekuatan dan kemandirian pangan, petani sejahtera dan agrobisnis usaha tani tersebut juga lancar,” jelas Anum.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *