Selasa, Juni 25, 2024

Target PAD Kabupaten Bengkayang 2022 Rp88 Miliar, Syamsul Rizal Dorong Kontribusi Pengembang

DINDANEWS, BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mematok target PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp88 Miliar pada Tahun Anggaran (TA) 2022.

Untuk mencapai target PAD TA 2022 tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap para pengembang berkontribusi signifikan.

Peran serta pengembang sangat diharapkan untuk mencapai target PAD Kabupaten Bengkayang TA 2022.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal saat memberikan sambutan dalam Pelatikan Pengurus Real Estate Indonesia (REI) Bengkayang.

“Para pengembang perumahan di Bengkayang tentunya membuat harapan untuk mencapai target PAD kita,” kata Syamsul Rizal, Selasa 25 Januari 2022.

Mengingat peran penting para pengembang ini untuk mencapai target PAD Bengkayang, Syamsul Rizal memastikan akan memberikan perhatian atas berbagai keluhan dari mereka.

Salah satu yang menjadi keluhan perusahaan properti yang tergabung dalam REI Bengkayang itu terkait persoalan izin.

Syamsul Rizal mengatakan, berbagai persoalan perizinan terkait pengembang di Bengkayang akan segera dibereskan.

Persoalan izin ini menjadi perhatian Pemerintah lantaran dengan banyaknya pengembang, berpotensi terjadinya peningkatan pendapatan per kapita Bengkayang.

“Artinya ada berbagai izin, termasuk izin pembangunan yang apabila dipenuhi tentu dapat menjadi pendapatan untuk daerah,” jelas Syamsul Rizal.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang, kata Syamsul Rizal, akan mendukung segala bentuk kegiatan yang dilakukan asosiasi yang berpotensi menjadikan Bengkayang lebih baik ke depannya.

Termasuk di antaranya, lanjut dia, peran REI yang sejauh ini sebagai pengembang yang dinilai dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Bengkayang.

Di tempat yang sama, Ketua REI Kalbar Muhammad Isnaini mengungkapkan, hingga 2021 RI sudah menyumbang sekitar Rp22 Miliar dari BPHTB di seluruh kabupaten/kota di Kalbar.

Untuk Bengkayang sendiri, ungka Isnaini pada 2021 menyetor atau membayar  Rp5 Miliar. Ini data terakhir yang dihimpun.

“Kita masih menun ggu data dari anggota sampai akhir bulan ini atau paling lama awal Februari mendatang,” kata Isnaini.

Hingga kini, tambah dia, baru 74 perusahaan yang baru mendaftar ulang dan melapor perkembangan pembangunannya. “Terhitung ada 100 yang belum,” pungkas Isnaini.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *