Rabu, Juni 19, 2024

Sutarmidji Ungkap Kelemahan Penanganan Stunting

DINDANEWS, PONTIANAK – Hingga kini terdapat kelemahan yang cukup vatal dalam upaya menurunkan angka stunting di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Gubernur Kalbar Sutarmidji menyampaikan kelemahan tersebut kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

“Kelemahan dalam menekan angka stunting di Kalbar dilihat dari parameter data,” kata Sutarmidji ketika menerima audensi Plt Kepala BKKBN Provinsi Kalbar Muslimat di ruang kerjanya, kemarin.

Jika data sudah berantakan, kata Sutarmidji, maka hasilnya juga akan berantakan.  Olehkarenanya, Pemerintah Kabupaten dan Kota di Kalbar mesti memberikan data yang telah divalidasi.

“Ketika ada suatu parameter ukur yang jelas, maka tidak akan cocok dengan data yang lain. Padahal kegiatan pemerintah berhubungan antara satu data dengan data lain,” jelas Sutarmidji.

Ia mengungkapkan, 75 persen indikator utama berkenaan dengan stunting berkaitan dengan angka kemiskinan.

“Sehingga, tidak relevan jika suatu daerah angka kemiskinannya rendah, tetapi angka stuntingnya tinggi,” kata Sutarmidji.

Untuk menurunkan angka stunting Kalbar menjadi 14 persen, menurut Sutarmidji, merupakan hal yang sulit.

“Tapi jangan menjadi penyumbang ketidakberhasilan negara atau nasional menekan angka stunting di 14 persen. Kalau tidak bisa 14 persen, paling tidak menjadi 20 peren ke bawah,” kata Sutarmidji.

Di tempat yang sama, Plt Kepala BKKBN Kalbar Muslimat mengatakan, audensinya ini untuk meminta arahan kepada Gubernur Sutarmidji.

Lantaran pada 12 Maret 2022 akan digelar kegiatan serentak di 12 provinsi terkait penanganan stunting.

“Termasuk Kalbar. Insya Allah Gubernur akan hadir langsung dan membuka kegiatan tersebut. Bupati dan Wali Kota juga diundnag di Hotel Mercure Pontianak,” kata Muslimat.

Terkait arahan Gubernur Sutarmijdi, Muslimat mengatakan, pihak sudah menggerakkan 12.609 Tenaga Pendamping Keluarga (TPK), tersebar di 2.031 desa di Kalbar.

“Gubernur meminta kami untuk melakukan kerjasama dengan Tenaga Pendamping Desa yang telah melakukan kegiatan di berbagai desa,” ungkap Muslimat. ***

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *