Senin, Juni 17, 2024

Surga Bahari di Kaki Palung

BUTIR pasirnya lembut laksana kapas. Ia terhampar dari timur ke barat dengan lengkungan garis pantai menyerupai pelangi. Di sekelilingnya mengapit bebukitan hijau yang rindang. Perpaduan garis pantai, selat, dan perbukitan ini kemudian membentuk karakter alam yang unik, khas kota tua Sukadana.

Itulah Pantai Pulau Datok, sebuah kawasan wisata alam yang terletak di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar). Secara geografis, pantai ini terletak di kaki Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan menjadi satu-satunya kawasan wisata bahari di kota hasil pemekaran Kabupaten Ketapang.

Meski belum dikelola secara maksimal, minat pengunjung ke Pantai Pulau Datok terbilang sangat tinggi. Biasanya pengunjung akan berjubel ketika musim liburan tiba. Angka kunjungan bisa mencapai ratusan orang per hari. Mereka datang dari berbagai kabupaten/kota se-Kalbar.

Lidya misalnya, mengaku sangat senang dapat berkunjung ke Pantai Pulau Datok.

“Pasirnya lembut. Kita tidak perlu ragu berjalan dengan kaki telanjang. Jajanannya juga banyak. Kita bebas memilih. Kemudian sarana hiburan seperti bananaboat, speedboat, dan jetsky juga ada, meski terkesan dadakan,” kata wisatawan asal Pontianak ini.

Karyawan swasta ini berkunjung ke Sukadana bersama keluarganya. Ia tak  menyia-nyiakan kunjungan itu dengan menyambangi berbagai kawasan wisata seperti Pantai Pulau Datok, dan menikmati panorama pantai yang menakjubkan. “Pokoknya indahlah. Ombaknya bersahabat. Mungkin karena ada banyak pulau di depannya,” katanya tersenyum sambil menunjuk ke arah gugusan Pulau Karimata.

Sejauh mata memandang, yang tampak hanyalah hamparan pulau-pulau kecil. Gugusan pulau itu adalah penghasil ikan terbesar di Indonesia setelah Bagan Siapiapi. Mayoritas warga setempat hidup sebagai nelayan. Ikan-ikan karang bernilai jual tinggi dapat diperoleh saban hari di Sukadana.
Hal ini menunjukkan bahwa Pantai Pulau Datok merupakan kawasan paling ideal bagi para wisatawan.

Letaknya yang tidak jauh dari pusat Kota Sukadana menjadi magnet tersendiri dalam menarik minat wisatawan. Apalagi Kota Sukadana saat ini telah memiliki sebuah hotel berbintang tiga.

Pantai ini juga bisa ditempuh melalui jalur air. Bagi wisatawan asal Kota Pontianak dapat menuju kawasan ini dengan speedboat dari Pelabuhan Seng Hie menuju Sukadana. Sepanjang jalan, wisatawan dapat menyaksikan rumah-rumah penduduk yang menyerupai negeri di atas air. Pengunjung juga bisa singgah di perkampungan kecil itu, sekadar melepas kepenatan.

Setiba di Sukadana, perjalanan dapat dilanjutkan lewat darat. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari pelabuhan tradisional kota itu. Berbagai fasilitas jasa dapat mengantar pengunjung hingga ke Pantai Pulau Datok. Dari ojek sepeda motor hingga kendaraan roda empat sewaan.

Ada tradisi tahunan yang dilakukan masyarakat Sukadana antara bulan Desember hingga Januari. Saat itu, masyarakat setempat sedang melakukan panen durian. Biasanya, di setiap panen besar atau buah raya ini penduduk setempat banyak mengolah durian menjadi dodol atau biasa disebut lempok. Itulah saat paling tepat untuk melakukan kunjungan ke kota ini.

Pemerintah Kayong Utara sendiri tengah berupaya membenahi sejumlah sarana dan prasarana penunjang dunia kepariwisataan. Di antaranya dengan memperbaiki infrastruktur jalan dan membangun berbagai fasilitas pendukung lainnya seperti hotel dan restoran.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *