Senin, Juni 17, 2024

Sosok Nirwan Bakrie, Bos Persija Jakarta yang Punya Sederet Perusahaan Ternama 

Persija Jakarta, salah satu klub sepakbola terkemuka di Indonesia, menjadi sorotan karena nilai keuangannya yang mencapai Rp100 miliar.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Nirwan Bakrie pemilik klub Persija Jakarta (kolase dnews)
Nirwan Bakrie pemilik klub Persija Jakarta (kolase dnews)

PONTIANAK- Sosok Nirwan Bakrie, Bos Persija Jakarta yang Punya Sederet Perusahaan Ternama 

Persija Jakarta, salah satu klub sepakbola terkemuka di Indonesia, menjadi sorotan karena nilai keuangannya yang mencapai Rp100 miliar. 

Namun, banyak yang bertanya siapa sebenarnya pemilik Persija? Ternyata, pemilik klub ini adalah Nirwan Bakrie, seorang tokoh yang memiliki hubungan keluarga dengan Achmad Bakrie dan Aburizal Bakrie.

Keluarga Bakrie dikenal memiliki kekayaan yang sangat besar, sehingga dianggap tak akan habis hingga tujuh turunan. 

Sumber kekayaan Nirwan Bakrie meliputi kepemilikan dalam Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, klub Persija, serta klub Pelita Jaya.

Grup Bisnis Bakrie mencakup sejumlah sektor, seperti pertambangan, energi, infrastruktur, jasa keuangan, kesehatan, telekomunikasi, media, perkebunan, dan teknologi. 

Dengan jaringan bisnis yang begitu luas, Keluarga Bakrie telah mengumpulkan kekayaan yang fantastis.

Saat ini, sulit dipercaya bahwa kekayaan keluarga ini bermula dari usaha sederhana Achmad Bakrie yang memulai berjualan roti di pasar saat usianya baru 7 tahun. 

Dengan harga 11 sen per roti, ia berhasil mengumpulkan uang yang akhirnya memungkinkannya memiliki sebuah apotek.

Selama masa pendudukan Jepang di Indonesia, pasokan obat-obatan impor untuk Belanda dihentikan oleh Jepang. Keadaan tersebut membuat harga obat menjadi mahal dan Achmad Bakrie, yang memiliki stok obat, meraih untung besar. 

Pada tanggal 10 Februari 1942, ia berhasil membentuk “Bakrie & Brothers General Merchant And Commission Agent” yang bergerak di sektor hasil bumi.

Pada tahun 1950-an, Achmad Bakrie berhasil mengakuisisi perusahaan baja yang sebelumnya dimiliki oleh Belanda. 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »
What to read next...