Selasa, Mei 21, 2024

Sosok Mayor Dedi Hasibuan, Perwira yang Ditahan Puspom TNI Setelah Bawa Prajurit Geruduk Mapolrestabes Medan 

Mayor Dedi Hasibuan, seorang perwira menengah dari Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan, telah ditahan oleh Pusat Polisi Militer TNI

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
tangkapan layar Mayor Dedi Hasibuan bersama sejumlah prajurit TNI saat Geruduk Mapolrestabes Medan (foto-kolase dnews)
tangkapan layar Mayor Dedi Hasibuan bersama sejumlah prajurit TNI saat Geruduk Mapolrestabes Medan (foto-kolase dnews)

MEDAN- Sosok Mayor Dedi Hasibuan, Perwira yang Ditahan Puspom TNI Setelah Bawa Prajurit Geruduk Mapolrestabes Medan.

Mayor Dedi Hasibuan, seorang perwira menengah dari Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan, telah ditahan oleh Pusat Polisi Militer TNI. 

Penahanan ini terjadi setelah Mayor Dedi bersama belasan prajurit lainnya datang ke Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, pekan lalu. Mayor Dedi saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Undang-Undang pada Satuan Hukum Kodam I/Bukit Barisan.

Kapuspen TNI, Laksamana Muda Julius Widjojono, mengonfirmasi penahanan tersebut pada Selasa 8 Agustus 2023. Namun, belum ada informasi pasti mengenai alasan penahanan ini, apakah terkait pelanggaran disiplin atau pelanggaran pidana. Pemeriksaan terhadap Mayor Dedi masih berlangsung.

Insiden ini bermula dari sebuah video yang menunjukkan Mayor Dedi dan belasan anggota TNI dalam seragam lengkap menggeruduk Mapolrestabes Medan, yang kemudian menjadi viral di media sosial pada Sabtu 5 Agustus 2023 sekitar pukul 14.00 WIB. 

Dalam video tersebut, salah satu prajurit TNI meminta penangguhan penahanan untuk tersangka berinisial ARH, yang diduga terlibat dalam kasus pemalsuan tanda tangan penjualan lahan milik PTPN.

Mayor Dedi Hasibuan memberikan klarifikasi terkait video tersebut, menyatakan bahwa kedatangan mereka ke Polrestabes Medan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. 

“Kedatangan kami ke Polrestabes Medan bukan di luar prosedur. Namun dalam rangka penegakan proses hukum yang sesuai dengan perundang undangan Pasal 30 Ayat 1 KUHAP juncto Peraturan Pemerintah No 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan KUHAP,” ungkap Dedi Hasibuan.

Lantas bagaimana sosok dari Mayor Dedi Hasibuan?

Mayor Dedi Hasibuan, seorang perwira menengah dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, telah menjadi pusat perhatian belakangan ini. 

Ia dikenal sebagai bagian dari Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan yang bermarkas di Medan, Sumatera Utara. Tugas utama Mayor Dedi saat ini adalah sebagai Penasihat Hukum di Kodam I Bukit Barisan.

Kodam I/Bukit Barisan merupakan bagian dari Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi wilayah Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. 

Mayor Dedi juga memiliki peran penting dalam memberikan nasihat hukum kepada ARH, seorang tersangka yang diduga terlibat dalam kasus pemalsuan surat keterangan tanah. 

Mayor Dedi dan ARH memiliki hubungan kekerabatan, sebagaimana diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Mayor Dedi datang ke Polrestabes Medan dengan tujuan untuk mengklarifikasi proses hukum terkait kasus pemalsuan surat keterangan tanah yang melibatkan ARH. 

Dalam kasus ini, ARH diduga terlibat dalam pemalsuan sertifikat eks PTPN II. Mayor Dedi, selain menjadi Penasihat Hukum ARH, juga ditunjuk sebagai kuasa hukum ARH yang saat ini berada dalam penahanan kepolisian.

Dalam sebuah insiden yang terekam dalam video amatir dan diunggah di akun Instagram @seputaranbinjai pada Senin 7 agustus 2023, Mayor Dedi terlihat terlibat dalam interaksi tegang dengan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir. 

Dalam video tersebut, Mayor Dedi terlihat memperlihatkan sikap arogan dan bahkan memotong penjelasan Kompol Fathir dengan nada yang tegas, 

“Saya bicara dulu, situ diam dulu.”ucap Dedi dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @seputaranbinjai, Senin 7 agustus 2023. (ain)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...