Rabu, Juni 19, 2024

Solar Subsidi Diduga Jadi Bancakan Mafia BBM, Kapolda Kalbar Lakukan Pengecekan

DINDANEWS, PONTIANAK – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pol Suryanbodo Asmoro memerintahkan seluruh jajaran menertibkan atau memberantas maupun menangkap mafia BBM yang bermain di SPBU dengan modus spekulan dan penampungan hasil spekulan tersebut.

“Kita segera berkoordinasi dengan Pertamina berkaitan dengan hal ini,” kata Suryanbodo kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Mapolresta Pontianak, Kamis (3/2/2022).

Kapolda mengatakan demikian lantaran dirinya ingin mengetahui apa yang menghambat penyaluran BBM Solar ini atau memang benar ada yang menghambat (permainan mafia BBM,red). “Kita akan cek lagi,” tegas Kapolda.

Tak hanya itu, Kapolda juga segera mengintruksikan kepada seluruh jajajran untuk melakukan penertiban berkaitan dengan informasi spekulan yang bermain-main di seluruh SPBU yang ada di Kalimantan Barat. “Kita cek lagi,”tuntasnya.

Informasi yang di dapat dilapangan, modus permainan BBM jenis solar di SPBU yakni dengan menggunakan kendaraan roda enam dan empat yang sudah dimodifikasi atau menambah tangki ukuran besar, dengan kapasitas rata-rata 500 sampai 1000 liter dengan menggunakan mesin khusus.

Ada pun untuk mengelabuhi petugas SPBU, seolah-olah BBM diisikan ke tangki standar pada mobil tersebut, namun ternyata terdapat mesin khusus yang digunakan untuk menyedot bbm jenis solar dari tangki standar pindah ke tangki modifikasi.

Setelah mendapat BBM jenis solar ini, kemudian bbm jenis solar yang dibeli dengan harga normal seharga Rp5,150 perliter dijual kepada penampung BBM jenis solar seharga Rp7000 per liter. Dari penampung ini kemudian dijual kepada perusahaan industry sekitar Rp9-10 ribu perliter. Di mana harga untuk industry BBM jenis solar ini senilai Rp14 ribu.

Masih dalam informasi yang didapat di lapangan, lokasi penampungan BBM jenis solar atas permainan BBM di SPBU yang dilakukan para spekulan ini sebagian besar berada di Kecamatan Pontianak Utara. Bahkan permainan ini tidak hanya berlangsung di SPBU, melainkan informasi yang didapat permainan mafia BBM juga berlangsung di perairan sungai Kapuas.

Dampak dari permainan ini sebagian besar masyarakat serta agen resmi penjualan BBM idustri mengeluhkan dengan aktifitas pelaku penampungan BBM illegal, lantaran mereka bisa menjual harga di bawah harga standar BBM khusus industry tentunya merugikan pasar BBM industry yang dijual secara resmi.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *