Selasa, Mei 21, 2024

Siapa Saja Penerima Aliran Kerugian Keuangan Negara Rp 8 Triliun dalam Proyek Pengadaan BTS 4G Kominfo?

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, yang berlokasi di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
ilustrasi tower pemancar BTS Kominfo (foto-bakti kominfo)
ilustrasi tower pemancar BTS Kominfo (foto-bakti kominfo)

JAKARTA- Siapa Saja Penerima Aliran Kerugian Keuangan Negara Rp 8 Triliun dalam Proyek Pengadaan BTS 4G Kominfo?

Jaksa telah mengungkapkan bahwa terdapat aliran kerugian keuangan negara sebesar Rp 8 triliun dalam proyek pengadaan Base Transceiver Station (BTS) 4G. 

Jaksa juga menyatakan bahwa uang negara tidak hanya mengalir ke Johnny G Plate, tetapi juga kepada mantan Direktur Utama Bakti Kominfo, Anang Achmad Latif, dan Direktur Utama PT Basis Utama Prima (BUP), M. Yusrizki.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, yang berlokasi di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, pada hari Selasa 27 Juni 2023. 

Jaksa membacakan dakwaan yang menyebutkan bahwa Anang Achmad Latif menerima uang sebesar Rp 5 miliar. 

Selanjutnya, jaksa juga mengungkapkan bahwa total yang diterima oleh M. Yusrizki mencapai Rp 88 miliar.

“Anang Achmad Latif menerima uang sebesar Rp 5 miliar,” ungkap jaksa dalam pembacaan dakwaan tersebut.

Selanjutnya, jaksa juga menyinggung nama M. Yusrizki. Total yang diterimanya mencapai Rp 88 miliar.

“M. Yusrizki Muliawan menerima Rp 50 miliar dan USD 2,5 juta,” kata jaksa.

Apabila nilai USD 2,5 juta tersebut dihitung dengan kurs saat ini, maka setara dengan Rp 38.815.000.000. 

Dengan demikian, Rp 50 miliar ditambah dengan Rp 38 miliar tersebut mencapai angka sekitar Rp 88 miliar.

Selain kedua individu tersebut, terdapat penerima uang dari kerugian negara sebesar Rp 8 triliun lainnya, yaitu:

  • Johnny G Plate, terdakwa dalam kasus ini, menerima sejumlah Rp 17.848.308.000 (Rp 17,8 miliar).
  • Yohan Suryanto, tenaga ahli pada HUDEV UI, menerima sebesar Rp 453.608.400.
  • Irwan Hermawan, Komisaris PT Solitech Media Energy, menerima sebesar Rp 119 miliar.
  • Windi Purnama, Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera, menerima sebesar Rp 500 juta.
  • Konsorsium FiberHome PT Telkominfra PT Multi Trans Data (PT MTD) menerima sebesar Rp 2.940.870.824.490 (Rp 2,9 triliun) untuk Paket 1 dan 2.
  • Konsorsium Lintasarta Huawei SEI menerima sebesar Rp 1.584.914.620.955 (Rp 1,5 triliun) untuk Paket 3.
  • Konsorsium IBS dan ZTE menerima sebesar Rp 3.504.518.715.600 (Rp 3,5 triliun) untuk Paket 4 dan 5.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...