Kamis, Juni 20, 2024

Siapa Hamid Djojonegoro? Pria yang Pulang Kantor Menggunakan Helikopter

Sebuah akun dengan username @s***d*** menulis terkait aktifitas bos perusahaan tersebut yang pergi dan pulang kantor menggunakan helikopter

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Hamid Djojonegoro, Pria yang Pulang Kantor Menggunakan Helikopter (kolase dnews)
Hamid Djojonegoro, Pria yang Pulang Kantor Menggunakan Helikopter (kolase dnews)

PONTIANAK- Siapa Hamid Djojonegoro? Pria yang Pulang Kantor Menggunakan Helikopter

Warganet TikTok dihebohkan oleh sebuah video yang menampilkan seseorang dijemput pulang dengan helikopter setelah bekerja, yang disebut sebagai ‘Bos OT’. 

OT yang dimaksud adalah perusahaan konsumen Orang Tua Group.

Video tersebut tidak memperlihatkan secara jelas siapa Bos OT tersebut. Namun, banyak netizen yang berspekulasi bahwa orang tersebut adalah Hamid Djojonegoro.

Sebuah akun dengan username @s***d*** menulis terkait aktifitas bos perusahaan tersebut yang pergi dan pulang kantor menggunakan helikopter.

“Jam pulang kantor dijemput pake helicopter, gak kena macet, bebas ganjil genap, gak akan ketilang polisi. Sultan sesungguhnya. Masih mau kerja walaupun udah punya semuanya,” tulis pada unggahannya.

Namun, siapa sebenarnya Hamid Djojonegoro?

Dilansir dari berbagai sumber, Hamid adalah anak dari Chandra Djojonegoro, pendiri dari Orang Tua Group, yang merupakan salah satu konglomerasi terkemuka di Indonesia. 

Perusahaan terkenal ini dikenal dengan logo kakek berjenggot panjang.

OT Group memiliki beragam produk mulai dari makanan, minuman, hingga produk perawatan diri yang telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan konsumen Indonesia. 

Beberapa di antaranya adalah Formula, wafer Tango, Teh Gelas, MintZ, Blaster, Oops, Kiranti, hingga Anggur Merah Cap Orang Tua yang terkenal dengan sebutan ‘amer’.

Saat ini, perusahaan ini dipimpin oleh Husain Djojonegoro, adik dari Hamid. Husain pernah masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia dengan kekayaan mencapai US$1,08 miliar atau sekitar Rp16,7 triliun hingga akhir tahun 2022 menurut catatan Forbes.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »
What to read next...