Jumat, Juni 14, 2024

Siapa Benny Wenda? Pria yang Membuat Delegasi Indonesia Walk Out Dari Konferensi Tingkat Tinggi MSG Di Vanuatu

Keputusan ini didasarkan pada sikap pemerintah Indonesia yang tidak sejalan dengan kelompok yang dipimpin oleh Benny Wenda

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Benny Wenda (kolase dnews)
Benny Wenda (kolase dnews)

JAKARTA- Siapa Benny Wenda? Pria yang Membuat Delegasi Indonesia Walk Out Dari Konferensi Tingkat Tinggi MSG Di Vanuatu

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury telah melakukan tindakan mengejutkan dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Melanesian Spearhead Group (MSG). 

Aksi ini terjadi di Port Vila, Vanuatu, pada akhir pekan lalu, tepatnya pada tanggal 23-24 Agustus 2023.

Tindakan tersebut berupa walk out (keluar) saat salah satu momen penting dalam konferensi, yakni saat Benny Wenda, pemimpin Papua Barat dan Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), dijadwalkan akan memberikan pidato. 

United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) merupakan salah satu topik yang menjadi perbincangan dalam forum ini.

Keputusan untuk meninggalkan konferensi ini didasarkan pada sikap pemerintah Indonesia yang tidak sejalan dengan kelompok yang dipimpin oleh Benny Wenda. 

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa ULMWP telah menggunakan forum MSG untuk membenarkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok yang terafiliasi dengannya. 

Tindakan kekerasan tersebut meliputi penyanderaan, pembakaran sekolah, dan bahkan pembunuhan terhadap Orang Asli Papua.

Lantas Siapa Benny Wenda?

Benny Wenda adalah seorang tokoh yang dikenal sebagai Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

Ia berasal dari Irian Jaya dan telah diangkat sebagai Presiden Papua Barat Merdeka. Selain itu, ia juga berperan sebagai perwakilan khusus rakyat Papua di Parlemen Inggris, PBB, dan Eropa.

ULMWP merupakan organisasi yang mempersatukan tiga kelompok separatis besar di Papua Barat menjadi satu. 

Lahir di Lembah Baliem pada sekitar tahun 1970, Benny Wenda tumbuh besar di sebuah desa yang damai di mana mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »
What to read next...