Kamis, Februari 22, 2024

Siapa Ari Dwipayana? Jubir Jokowi yang Dikritik Mahasiswa UGM dan Disuruh Kembali Ke Pangkuan Demokrasi

Mereka berharap bahwa kedua tokoh tersebut akan kembali menjadi akademisi sejati menjelang Pemilihan Presiden 2024.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Ari Dwipayana (foto-Ist)
Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Ari Dwipayana (foto-Ist)

PONTIANAK- Siapa Ari Dwipayana? Jubir Jokowi yang Dikritik Mahasiswa UGM dan Disuruh Kembali Ke Pangkuan Demokrasi

Sejumlah mahasiswa dari Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama dengan dosen dan alumni, menggelar pertemuan. 

Mereka menyerukan kepada Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Ari Dwipayana, dan Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno, untuk kembali ke prinsip-prinsip demokrasi yang sejati.

“Kami melihat bersama bahwa kekuasaan telah melanggar batas-batas yang memastikan demokrasi tetap hidup. Hari ini, kami bersama-sama mengajak (Ari dan Pratikno) untuk pulang. Pulanglah untuk mendampingi yang tertinggal, yang terpinggirkan, yang terpencil. Pulanglah ke pangkuan demokrasi,” ujar perwakilan mahasiswa DPP Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Faris Rubiansyah, pada hari Senin 12 februari 2024.

Mereka berharap bahwa kedua tokoh tersebut akan kembali menjadi akademisi sejati menjelang Pemilihan Presiden 2024.

Siapa Ari Dwipayana?

Ari Dwipayana, yang lahir di Ubud, Bali, pada tanggal 24 Februari 1972, memiliki latar belakang pendidikan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, di mana ia lulus pada tahun 1995 dengan gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan.

Ari kemudian melanjutkan studi S2 di institusi yang sama dan memperoleh gelar Master Ilmu Politik pada tahun 2003.

Sejak tahun 1997, Ari telah menjadi dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, mengajar di Program Studi Ilmu Politik Pasca Sarjana dan Program S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah. 

Selain itu, ia juga aktif sebagai peneliti di Institute for Research Empowerment dan menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Interfidei Yogyakarta. 

Pada tahun kelulusannya dari studi S2, Ari mendirikan Yayasan Uluangkep, sebuah organisasi non-pemerintah yang fokus pada penelitian dan pemberdayaan desa adat di Bali.

Pada tahun 2011, Ari diangkat sebagai Ketua Yayasan Tat Twam Asi di Yogyakarta, dan empat tahun kemudian, ia menjadi Stafsus Mensesneg. 

Setelah itu, Ari dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Stafsus Presiden selama periode 2019-2024.

Selama masa jabatannya sebagai Stafsus Presiden, Ari, bersama dengan rekan kerjanya, Sukardi Rinakit, bertugas menyampaikan informasi terkait kegiatan dan pernyataan-pernyataan presiden. 

Selain itu, ia juga disebut-sebut sebagai orang yang merancang pidato Presiden Joko Widodo pada pelantikan presiden.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...