Kamis, Februari 22, 2024

Siapa Almas? Pemuda yang Gugat Cawapres Gibran Dengan Tuduhan Wanprestasi

Selama menjadi mahasiswa di Unsa, Almas menghabiskan waktu empat tahun atau delapan semester untuk menyelesaikan studinya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Almas Tsaqibbirru (kolase dnews)
Almas Tsaqibbirru (kolase dnews)

PONTIANAK- Siapa Almas? Pemuda yang Gugat Cawapres Gibran Dengan Tuduhan Wanprestasi

Seorang lulusan Universitas Surakarta (Unsa), Almas Tsaqibbirru Re A, telah menarik perhatian masyarakat setelah mengajukan gugatan terhadap calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, dengan tuduhan wanprestasi. 

Gugatan ini didaftarkan di Pengadilan Negeri Surakarta dengan nomor perkara 25/Pdt.G/2024/PN Skt. pada Senin, 29 Januari 2024. 

Meskipun belum ada rincian mengenai jenis wanprestasi yang dituduhkan oleh Almas kepada Gibran, status perkara masih dalam tahap Sidang Perdana. 

Tidak hanya itu, Almas sebelumnya juga telah menggugat Gibran pada tanggal 22 Januari 2024, tepat seminggu sebelum gugatan kedua.

Lantas siapa Almas?

Almas adalah pemuda kelahiran Surakarta pada 26 Mei 2000, merupakan seorang lulusan Universitas Surakarta (Unsa) dengan gelar sarjana dari Program Studi Ilmu Hukum. 

Selama menjadi mahasiswa di Unsa, Almas menghabiskan waktu empat tahun atau delapan semester untuk menyelesaikan studinya. 

Dia adalah putra dari Koordinator Masyarakat Anti-korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman. 

Gugatan Almas terhadap Gibran ini bukan yang pertama kali dilakukannya. 

Gugatan pertama, yang berhubungan dengan dugaan wanprestasi yang merugikan Almas sebesar Rp10 juta, juga diajukan pada 22 Januari 2024 dan didaftarkan dengan nomor perkara 2/Pdt.G.S/2024/PN Skt.

Namun, gugatan pertama tersebut akhirnya ditolak oleh Majelis Hakim setelah mempertimbangkan berbagai hal.

Sebelumnya, Almas telah mengajukan judicial review terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi terkait syarat usia calon presiden dan wakil presiden. 

Tuntutan ini, yang diajukan melalui kantor advokat Perkumpulan Bantuan Hukum Peduli Keadilan (PBH Peka) di Surakarta, didampingi oleh empat pengacara.

Dalam putusan nomor 90/PUU-XXI/2023, Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk mengabulkan sebagian tuntutan Almas. 

Putusan tersebut mengubah syarat usia calon presiden dan wakil presiden dari 40 tahun menjadi syarat yang memungkinkan kepala daerah untuk mencalonkan diri, meskipun belum mencapai usia 40 tahun. 

Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman, mengumumkan putusan tersebut dalam sidang pembacaan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, pada Senin, 16 Oktober 2023.

Atas uji matiri itu, Almas membuka peluang bagi Gibran Rakabuming Raka, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Solo, untuk mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...