Selasa, Mei 21, 2024

Rumah Hakka Kalimantan Barat: Menjelajahi Kekayaan Budaya Tionghoa di Tanah Borneo

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya, secara simbolis meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Rumah Hakka Kalimantan Barat yang berlokasi di Jalan Arteri Supadio di belakang Mistubishi Ayani 2, tepatnya di Jalan Hakka, Kubu Raya (foto-kolase dnews)
Rumah Hakka Kalimantan Barat yang berlokasi di Jalan Arteri Supadio di belakang Mistubishi Ayani 2, tepatnya di Jalan Hakka, Kubu Raya (foto-kolase dnews)

PONTIANAK- Rumah Hakka Kalimantan Barat: Menjelajahi Kekayaan Budaya Tionghoa di Tanah Borneo

Menyusuri Provinsi Kalimantan Barat, tersembunyi sejumlah harta budaya yang kaya dan menarik. 

Dalam perjalanan mencari pengalaman wisata yang tak terlupakan, ada satu destinasi yang mengundang untuk menjelajahi kekayaan budaya yang terpatri dalam setiap keharmonisan masyarakat kalbar. 

Dikenal dengan provinsi yang memiliki kota toleransi teratas di Indonesia, yaitu Kota Singkawang. Kalbar banyak memberikan cerminan budaya yang disajikan melalui destinasi wisata.

Salah satunya Rumah Hakka Kalimantan Barat, kali ini berada di Kabupaten Kubu Raya, terhampar sebuah bangunan yang menghadirkan atmosfer Negeri Tiongkok yang autentik dan memikat. 

Rumah Hakka, juga dikenal sebagai Tulou, sebuah masterpiece arsitektur yang mengundang untuk memahami lebih dalam tentang warisan budaya yang tak ternilai dari sub-suku Hakka. 

Tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai jendela yang menghubungkan dengan akar sejarah yang tumbuh subur di tanah Kalimantan Barat.

Mengenal Rumah Hakka Kalbar 

Dilansir dari laman hakka indonesia, bangunan yang menarik perhatian dengan nuansa Tiongkok telah muncul di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. 

Disebut sebagai Rumah Hakka atau Tulou, bangunan ini memiliki bentuk lingkaran yang besar dan menjadi tempat tinggal bagi beberapa keluarga dari sub-suku Han, yaitu Hakka atau Khek.

Sub-suku Hakka telah lama berada di Provinsi Kalimantan Barat, terutama di Kota Singkawang. Jejak kehadiran dan pengaruh mereka terlihat dalam kuliner, bahasa, tradisi, dan arsitektur khas. 

Namun, keluarga Hakka juga tersebar di daerah lain seperti Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Rumah Hakka ini memiliki ciri khas tersendiri. Dibangun dengan menggunakan batu bata asli tanpa plesteran, menggambarkan arti sebenarnya dari “Tulou” yang merupakan bangunan bertingkat dari tanah. 

Batu bata yang digunakan berasal dari tanah Kalimantan Barat, khususnya Kota Singkawang. Atapnya menggunakan jenis bitumen berkualitas tinggi, terdiri dari empat lingkaran. 

Di antara setiap lingkaran, terdapat talang air dan kaca untuk pencahayaan alami di siang hari. Bangunan ini secara luas menggunakan sumber daya alam.

Meski belum sepenuhnya selesai, Rumah Hakka ini telah menjadi daya tarik bagi pengunjung sejak didirikan pada 27 September 2017. 

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya, secara simbolis meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan. 

Pengunjung sudah dapat mengunjungi lokasi ini dari luar bangunan yang terletak di Jalan Arteri Supadio dan Jalan Sungai Raya Dalam, atau di belakang Mistubishi Ayani 2, tepatnya di Jalan Hakka searah dengan Sekolah Maitreyawira School Kalimantan Barat.

Rencananya, bangunan ini akan menjadi museum dan pusat edukasi budaya Tionghoa khusus untuk sub-suku Hakka. Selain itu, juga akan menjadi tempat berkumpul bagi anggota Perhimpunan Hakka Indonesia di Kalimantan Barat. (Ain)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...