Selasa, Mei 21, 2024

PUTPRS Kalbar Kecam Pernyataan Nicho Silalahi

DINDANEWS, PONTIANAK – Sejak beberapa waktu belakangan, Edy Mulyadi menjadi satu diantara orang di Indonesia yang paling banyak dicari dan diperbincangkan.

Pernyataan terkait pulau Kalimantan yang akan dijadikan Ibu Kota Negara baru Indonesia menuai kontroversi.

Gelombang kecaman dari berbagai pihak pun sili berganti menuntut Edy Mulyadi untuk diberi kan sanksi.

Belakangan, terdapat akun media sosial Twitter bernama “Nicho Silalahi” yang juga trending.

Dalam kicauannya di Twitter Nicho Silalahi menuliskan, “Saat Hutan ditebang, banjir merendam rumah warga ± sebulan, perempuannya dijual ke China untuk dijadikan budak seks, anak-anak pada mati tenggelam di bekas galian tambang kalian pada diam, Tapi saat ada yang mengatakan “Tempat Jin Buang Anak” kalian Demo. Sebenarnya kalian siapa?”

Kicauan itupun mendapat beragam komentar warga net, dan bahkan terdapat tagar tangkap Nicho Silalahi di Twitter.

Terkait trendingnya kicauan Nicho Silalahi, DPD Persadaan Ualu Tupruk Pomparan Raja Silahisabungan (PUTPRS) Kalbar menyatakan bahwa pihaknya dari PUTPRS tidak pernah mendukung, menyetujui dan semua hal yang pernah disampaikan oleh Nicho Silalahi.

“Kami tidak pernah mendukung, menyetujui dan semua hal yang pernah disampaikan oleh Nicho Silalahi,” ujar Ketua PUTPRS Kalbar Sunrich T Silalahi.

PUTPRS pernyataan Nicho Silalahi merupakan pendapat pribadi, tanggung jawab pribadi dan tidak ada hubungannya dengan keturunan Silalahi yang tinggal di Kalimantan Barat.

“Kami keturunan Silalahi Kalimantan Barat berkomitmen untuk menjaga hubungan yang harmonis antar Umar beragama, Suku, dan Ras di dalam negara kesatuan Republik Indonesia,”jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Persadaan Ualu Tupruk Pomparan Raja Silahisabungan Kalbar tetap berkomitmen menjaga empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *