Rabu, Juni 19, 2024

Profil dan Potensi Pulau Rempang, Salah Satu Pulau yang Terancam Penggusuran

Warga yang tinggal di kampung tua tersebut berasal dari berbagai suku, termasuk suku Melayu, suku Orang Laut, dan suku Orang Darat.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Profil dan Potensi Pulau Rempang (kolase dnews)
Profil dan Potensi Pulau Rempang (kolase dnews)

RIAU- Profil dan Potensi Pulau Rempang, Salah Satu Pulau yang Terancam Penggusuran

Pulau Rempang, yang terletak di Kecamatan Galang, Kepulauan Riau, merupakan salah satu pulau kecil yang memiliki luas wilayah sekitar 165 kilometer persegi. 

Pulau ini berjarak sekitar 3 kilometer di sebelah tenggara Pulau Batam. Pulau Rempang, yang dikenal dengan keindahan alamnya, kini menjadi sorotan karena rencana penggusuran yang menimpa warga pribumi dan ibu kota Pulau Rempang.

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil, Pulau Rempang termasuk dalam kategori pulau kecil. 

Pulau ini juga merupakan bagian dari kawasan hutan konservasi taman buru. Penduduk Pulau Rempang diperkirakan berjumlah antara 7.500 hingga 10 ribu jiwa, dengan mayoritas mata pencaharian mereka adalah sebagai nelayan dan pelaut.

Pulau Rempang terdiri dari 16 kampung tua dan pemukiman warga pribumi. Luas total 16 kampung tua tersebut tidak mencapai 10 persen dari seluruh luas Pulau Rempang. 

Warga yang tinggal di kampung tua tersebut berasal dari berbagai suku, termasuk suku Melayu, suku Orang Laut, dan suku Orang Darat.

Dihimpun dari berbagai sumber, warga dari ketiga suku tersebut telah menetap di Pulau Rempang sejak tahun 1834. Hal ini menunjukkan sejarah panjang pemukiman dan kehidupan masyarakat Pulau Rempang.

Sejarah Pulau Rempang juga mencatat kunjungan seorang pejabat Belanda bernama P. Wink pada tahun 1930.

Kunjungan ini tertulis dalam artikel berjudul “Verslag van een bezoek aan de Orang Darat van Rempang, 4 Februari 1930” dan mencerminkan keberadaan suku Orang Darat, yang merupakan penduduk asli Pulau Batam, khususnya Pulau Rempang.

Namun, saat ini, ibu kota Pulau Rempang berada dalam ancaman serius terkait rencana pengembangan kawasan bernama Rempang Eco City. 

Proyek ini melibatkan dua Kelurahan di Pulau Rempang, yaitu Kelurahan Sembulang dan Rempang Cate. 

Warga setempat bahkan baru-baru ini terlibat dalam bentrokan dengan aparat keamanan gabungan TNI-Polri pada tanggal 7 September 2023, sekitar pukul 10.00.

Rencana penggusuran ini berasal dari upaya pengembangan kawasan ekonomi baru dengan konsep “Green and Sustainable City” yang menjadi fokus pemerintah pusat setelah Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Cina pada akhir Juli tahun lalu. (Ain)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...