Jumat, Juni 14, 2024

Perbatasan Kalbar menuju Zero Desa Tertinggal

DINDANEWS, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) bertekad menghapus status Desa Tertinggal di perbatasan negara Indonesia-Malaysia.

Tekad Pemprov Kalbar tersebut tercermin dalam rapat Penyusunan Dokumen Perencanaan Daerah yang dipimpin Sekda Kalbar Harisson, kemarin.

“Sinkronisasi dan sinergitas program kegiatan pembangunan kawasan perbatasan menuju zero Desa Tertinggal,” demikian bunyi tema rapat tersebut.

Provinsi Kalbar merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki wilayah perbatasan negara yang berhadapan langsung dengan Serawak Malaysia.

Garis batas negara di Kalbar membentang sepanjang 972 Kilometer, melintasi 40 desa dalam 14 kecamatan lini 1 perbatasan.

Sepanjang garis perbatasan yang meliputi 5 kabupaten di Kalbar itu, terdapat 50 jalur jalan setapak yang menghubungkan 55 desa di Kalbar dengan 32 kampung di Serawak Malaysia.

“Sebagian besar wilayah perbatasan Kalbar merupakan kawasan tertinggal dengan sarana dan prasarana sosial dan ekonomi yang terbatas dari letak geografisnya,” ungkap Harisson.

Olehkarenanya, Pemprov Kalbar berkomitmen mempercepat pembangunan perbatasan sesuai dengan apa yang sudah tertuang dalam RPJMD Kalbar 2018-2023

“Harapan kita, kawasan perbatasan maju dan sejahtera sebagai cerminan wilayah Indonesia di mata Internasional,” pungkas Harisson.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *