Selasa, Juni 25, 2024

Perairan Karimata Tercemar Minyak Sawit?

DINDANEWS, KAYONG UTARA – Lapisan minyak disertai padatan tidak larut atau suspensi hitam mengapung di perairan Penebang, Kabupaten Kayong Utara.

“Sekitar lokasi kapal tongkang yang terdampar di Kepulauan Karimata,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kayong, Tommy Djunaidi, Sabtu 12 Februari 2022.

Kuat dugaan kapal tongkang berkapasitas 1.000 ton itu lepas dari tugboat yang akan membawa kernel sawit ke Jambi.

Tommy yang mendapat laporan dari masyarakat tentang minyak mengapung di sekitar kapal tongkang tersebut langsung melapor ke Bupati Kayong Utara.

Kemudian berkoodinasi ke Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, guna menyelaraskan penanganan pencemaran tersebut.

“Sesegera mungkin agar tidak menyebar dan meluas,” kata Tommy.

Pihaknya bersama Komisi II dan III DPRD Kayong Utara telah melakukan pemeriksaan lapangan pada tanggal 7 Februari 2022 di perairan Penebang, Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata.

Terlibat kapal tongkang dalam posisi tenggelam (terbalik) di perairan Penebang. Tepatnya pada koordinat 01°11’33,4” LS dan 109°14’43,4” BT.

“Sampling dilakukan dengan mengukur parameter lapangan berupa pH, salinitas, turbiditas atau kekeruhan, dan daya hantar listrik,” jelas Tommy.

Selain itu, mengambil sampel air laut untuk pengujian laboratorium di Kota Pontianak .

Untuk parameter kualitas air laut mengacu pada Baku Mutu Air Laut berdasarkan aturan/regulasi yang berlaku yakni PP Nomor 22 Tahun 2021.

Tommy juga akan memanggil pemilik tongkang untuk mendapat keterangan dan langkah penanggulangan pencemaran di perairan Karimata tersebut.

“Perlu segera diisolasi atau penyisihan lapisan minyak yang mengapung di perairan pesisir Pulau Penebang dengan teknologi yang tepat,” kata Tommy.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *