Senin, Juni 17, 2024

Penerapan Minyak Goreng Satu Harga di Kalbar Butuh Proses Panjang

DINDANEWS, PONTIANAK – Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Barat (Kalbar) Heronimus Hero menuturkan implementasi minyak goreng satu harga di Kalbar memerlukan proses dan penyesuaian. 

Menurut Hero, pengimplementasian minyak goreng satu harga di ritel tradisional tidak semudah pada ritel modern.

“Kita sudah berupaya merespon cepat penetapan minyak goreng satu harga ini. Bicara implementasi tidak secepat responnya. Masyarakat begitu ditetapkan dikira bisa sama. Untuk ritel tradisional agak sulit dan belum jelas subsidinya,” ujar Kepala Disbun Kalbar, Heronimus Hero di Pontianak.

Ia pun menegaskan sesuai neraca bahan pangan total kebutuhan minyak goreng di Kalbar kurang lebih 866 ton per minggu. Sedangkan ketersediaan stok saat ini sebanyak 1488 ton per minggu. Sehingga menurut dia, masyarakat tidak perlu panik akan ketersediaan stok minyak goreng di Kalbar. 

“Stok ada cuma diatur. Jadi kalau masyarakat tidak panic buying semua bisa dapat. Jadi yang bisa kita pantau itu ritel modern kalau tradisional masih susah,” tegas Heronimus.

Hero menyatakan secara bersamaan pemerintah kabupaten juga ikut memonitor pendistribusian minyak goreng di wilayahnya masing-masing. 

“Kita ada produsen minyak goreng tapi tidak semua dijual ke kita ada juga produsen dari luar Kalimantan. Dan itu secara kumulatif stok kita cukup dan surplus tinggal bagaimana masyarakat tidak panik dan bisa semua mendapat harga Rp14 ribu,” tutup Hero. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *