Jumat, Juni 14, 2024

Pemanfaatan Hutan Sosial di Kalbar, Sutarmidji Sarankan Tanam Jengkol dan Petai

DINDANEWS, PONTIANAK – Hutan Sosial di Provinsi Kalbar yang luasnya mencapai 15.031 hektare, 50 persennya harus ditanam pohon jenis kayu-kayuan. Sisanya, boleh ditanami buah-buahan, sayur-sayuran dan lainnya.

“Supaya semuanya produktif, saran saya ditanam jenis kayu-kayuan yang juga bisa menghasilkan buah-buahan seperti jengkol, durian, dan petai,” kata Gubernur Kalbar Sutarmidji, saat penyerahan SK Hutan Sosial di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis 3 Februari 2022.

Menurut Sutarmidji, jengkol, durian dan petai itu sangat produktif dan bibitnya pun lebih mudah diperoleh. “Kemudian pinang, hasilnya untuk dipasarkan, itu gampang dijual,” katanya.

Kalau di Hutan Sosial itu ditanami tanaman yang sulit dijual, lantu dia, tentunya akan menjadi masalah di belakang hari.

Menurut Sutarmidji, tentu akan sulit ketika pohon yang ditanam di Hutan Sosial itu sudah produksi, namun ternyata tidak ada pasarnya. “Jadi, saya minta pendamping-pendamping itu harus jeli,” ucapnya.

Sutarmidji juga meminta Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Pertanian turut membantu pendamping Hutan Sosial tersebut.

“Misalnya ada masalah dalam memenuhi kebutuhan bibit masyarakat setempat, maka Dinas Lingkungan Hidup dan dinas terkait diharapkan bisa mencarikan solusinya,” jelas Sutarmidji

Perusahaan Perkebunan juga, tambah dia, diharapkan bisa memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat memanfaatkan Hutan Sosial. “Melalui CSR berupa bibit untuk ditanam,” kata Sutarmidji.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *