Sabtu, Juni 22, 2024

Pegiat Musik Tradisional Tionghoa Kota Pontianak Masih Eksis di Era 5.0

DINDANEWS, JAKARTA – Pegiat musik tradisional Tionghoa di Kota Pontianak masih tetap eksis. Walau era society 5.0 saat ini, mereka masih tetap rajin berlatih. 

Berbekal alat – alat musik yang sudah susah ditemui, para pegiat ini belum mati akal untuk meneruskan ilmu di tiap generasi. 

“Mungkin sudah ada sekitar sepuluh generasi. Jadi masa awalnya itu orang-orang tua. Mereka mengajar ke umur dibawahnya, lalu meninggal dan sudah ada penerus,” ungkap Hervin Yulianto, Pengurus Pecinan Pontianak.

Hervin menyatakan, dirinya sempat melakukan satu tahun penelitian berjudul culture musik yang berfokus kepada perkembangan musik tradisional Tionghoa di Kota Pontianak.  Terdapat tiga yayasan yang fokus menaungi para pegiat musik tradisional Tionghoa, yakni Yayasan Halim, Yayasan Surya Makmur, dan Yayasan Kuning Agung. 

“Mereka mengajar sampai ke Untan dan terbuka bagi siapapun yang ingin belajar, tidak hanya harus orang China,” ungkap Hervin, Senin (14/2/22).

Tidak hanya belajar memainkan alat musik, para pegiat ini pun juga akan membagi teori tentang alat – alat musik. Hal itu dibagi melalui materi dari buku – buku tentang tentang komposisi alat. Serta mempelajari berbagai macam spesifikasi alat musik yang sedang mereka mainkan. 

“Jadi kita berusaha untuk tidak mati regenerasi,” ucap Hervin. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *