Selasa, Juni 25, 2024

Pasutri Nikah Bawah Tangan Bisa Punya Buku Nikah dalam 1 Hari

DINDANEWS, SINTANG – Kabar gembira buat Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang nikah bawah tangan.

Kini hanya dalam satu hari Pasutri yang nikah bawah tangan di Kabupaten Sintang sudah bisa mendapatkan Bukuh Nikah.

Kemudahan mendapatkan Buku Nikah ini dapat dirasakan Pasutri yang nikah bawah tangan dengan mengikuti Sidang Keliling yang digelar Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Sintang.

Sidang Keliling ini bisa terwujud setelah PA Kabupaten Sintang menjalin kerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sintang.

Kemudian kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sintang.

“Dengan kesepakatan ini, hari itu sidang, langsung keluar surat penetapan. Hari itu juga langsung bisa dicatatkan di KUA, dan langsung bisa diurus di Disdukcapil, tidak perlu sampai dua minggu,” kata Ketua PA Kabupaten Sintang Zainul Arifin, kemarin.

Zainul mengungkapkan, ternyata sampai saat ini di Kabupaten Sintang masih banyak nikah bawah tangan.

Untuk menekan angka nikah bawah tangan tersebut, PA menjalin kerjasama dengan Disdukcapil serta KUA Kabupaten Sintang.

“Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat terkait kepastian hukum kepada  mereka yang pernikahannya di bawah tangan,” kata Zainul Arifin.

Ia mengungkapkan, masyarakat muslim yang sudah melangsungkan pernikahan di Kabupaten Sintang banyak yang belum punya Buku Nikah.

Padahal, lanjut Zainul Arifin, perkawinan mereka sudah memenuhi syarat, sesuai kaidah agama Islam dan tidak melanggar aturan positif yang berlaku.

“Contohnya di Serawai, ada 40 pasangan suami istri yang belum memiliki Buku Nikah, padahal sudah lama menikahnya,” ungkap Zainul Arifin.

Setelah dicek, lanjut dia, ternyata pernikahn mereka memenuhi syarat hukum agama dan tidak bertentangan dengan hukum positif.

“Hal seperti ini yang akan kami bantu selesaikan, biar mereka bisa mendapatkan hak mendapatkan status dan hak administrasi,” jelas Zainul Arifin.

Zainul Arifin mengungkapkan, pihaknya akan menggelar Sidang Keliling, menyasar Pasutri yang yang belum punya Buku Nikah.

Dalam Sidang Keliling yang digelar PA itu, akan ditetapkan bahwa pernikahan Pasutri tersebut sudah resmi.

Kemudian penetapkan itu akan diserahkan ke Kemenag dalam hal ini KUA untuk pencatatan pernikahan.

Selanjutnya akan diproses oleh Disdukcapil yang akan mengubah status perkawinan Pasutri tersebut menjadi diakui negara.

Dengan kepastian hukum ini, anak-anak yang tadinya menggunakan binti ibunya, akan mendapatkan hak-haknya seperti identitias KTP, KK dan Akte Kelahiran.

“Karena sudah diakui, maka akan ada catatan lain,” kata Zainul Arifin.

Ia memastikan melalui kerjasama ini, masyarakat yang tidak bisa mengakses fasilitas hukum terkait pernikahan, akan didatangi untuk dibantu.

Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, melalui kerjasama ini diharapkan pelayanan kepada masyarakat lebih optimal, terutama terkait administrasi perkawinan.

Ia mengingatkan kepada Disdukcapil untuk melaksanakan kerjasama dengan Pengadilan Agama Sintang ini dengan baik dan penuh tanggungjawab.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *