Minggu, Juni 16, 2024

Ombudsman Kalbar Selidiki Dugaan Pelanggaran Seleksi KPPAD Pontianak

DINDANEWS, PONTIANAK – Dugaan pelanggaran administrasi yang terjadi dalam proses seleksi ketua dan anggota Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Pontianak dalam proses penyelidikan Ombudsman Kalbar

Saat ini, penanganannya sudah memasuki tahap kalrifikasi.

Sebelumnya diketahui, Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Daerah (DPPA) Kota Pontianak, mengusulkan pembentukan KPPAD Kota Pontianak.

Terdapat 10 kandidat terbaik yang dinyatakan lulus seleksi dengan pembagian lima kandidat terpilih tetap dan empat di antaranya cadangan.

Dalam proses, tim penilaian tim panitia seleksi (Pansel) terhadap para kandidat itu  diduga terjadi maladministrasi lantaran tidak mengacu pada aturan yang sudah ditetapkan.

Kepala Asisten Pemeriksaan Ombudsman RI Perwakilan Kalbar Budi Rahman menyatakan, pihaknya terus melakukan pendalaman.

Menurut Budi Rahman, di mana pihaknya juga pada awalnya telah menerima laporan dari masyarakat atas nama Forum Peduli Anak Negeri yang menyampaikan bahwa proses seleksi KPPAD Kota Pontianak diduga terjadi kejanggalan.

“Ombudsman sebagai lembaga pengawas tentu menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan mlarifikasi kepada pihak-pihak yang dilaporkan,” kata Budi, Selasa (11/1/2022) pagi.

“Saat ini proses klarifikasi itu terus berjalan,” sambung Budi Rahman.

Dikatakan Budi Rahman, saat ini proses masih ditahap klarifikasi, pihak-pihak yang dilakukan kalrifikasi itu yakni panitia seleksi dan Pemkot Pontianak.

“Semetara yang kita lakukan klarifikasi adalah dari pihak Pansel dan Pemkot. Sementara untuk calon belum kita mintai klarifikasi,” tuntas Budi Rahman.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *