Selasa, Juni 25, 2024

Nama dan Filosofi Baju Adat Dayak Kalbar yang Dipakai oleh Puan dalam Sidang MPR RI

Foto Puan dan Pejabat Kalimantan Barat yang mengenakan baju adat Ruit Besai (Kolase Dindanews)

PONTIANAK – Nama dan Filosofi Baju Adat Dayak Kalbar yang Dipakai oleh Puan dalam Sidang MPR RI

Ketua DPR RI, Puan Maharani, terlihat mengenakan pakaian Adat Dayak dari Kalimantan Barat dalam Sidang MPR RI pada Rabu, 16 Agustus 2023.

Gaya pakaian yang dikenakan oleh putri dari Presiden RI ke-5 ini memiliki nuansa khas Dayak dengan motif Ruit Besai atau Ruit Penawan berwarna merah.

Puan mendapatkan pakaian tersebut secara langsung dari Desa Umin Jaya, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, tempat asal baju adat tersebut.

Selain itu, kainnya pun dibuat oleh Sub Suku Dayak Iban, yang lebih akrab dengan sebutan Suku Moan, dengan lama pengerjaan sekitar 3,5 bulan.

Menurut penjelasan dari beberapa sumber, motif Ruit Besai adalah simbol penting dalam komunitas adat Dayak yang mengandung makna keagungan dan kekuatan.

Motif ini hanya dikenakan oleh tokoh-tokoh yang berpengaruh dan dihormati dalam masyarakat.

Melambangkan kebesaran dan ketangguhan, motif Ruit ini telah terpatri dalam sejarah. Dalam masa lampau, individu yang berpakaian dengan motif ini dianggap sebagai sosok yang tidak terkalahkan.

Motif Ruit Besai juga menemani perjuangan pejuang dalam merebut kemerdekaan dari penjajah, menjadikannya sebagai simbol semangat dan keteguhan.

Untuk melengkapi keseluruhan tampilan adatnya, Puan memadukannya dengan aksesoris istimewa berupa ikat kepala dari bulu Burung Ruai.

Burung Ruai, sebuah spesies mirip merak, yang hanya ditemukan di hutan belantara wilayah hulu Kapuas. (Gil)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...