Selasa, Juni 25, 2024

Muhammadiyah Resmikan Klinik Pratama dan SM Corner, Prof Haedar Nasir: Berikan Pertolongan Kepada Siapa Pun

Prof. Haedar Nashir menjelaskan bahwa semangat yang melandasi pendirian rumah sakit dan klinik Muhammadiyah adalah teologi Al Ma’un

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Dr. Pabali Musa, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalbar saat meresmikan Klinik Pratama dan Suara Muhammadiyah (SM) Corner di Jalan Parit Mayor, Kubu Raya, Kalimantan Barat Pada Sabtu, 12 Agustus 2023
Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Dr. Pabali Musa, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalbar saat meresmikan Klinik Pratama dan Suara Muhammadiyah (SM) Corner di Jalan Parit Mayor, Kubu Raya, Kalimantan Barat Pada Sabtu, 12 Agustus 2023

KUBU RAYA- Muhammadiyah Resmikan Klinik Pratama dan SM Corner, Prof Haedar Nasir: Berikan Pertolongan Kepada Siapa Pun 

Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, secara resmi meresmikan Klinik Pratama dan Suara Muhammadiyah (SM) Corner di Jalan Parit Mayor, Kubu Raya, Kalimantan Barat Pada Sabtu, 12 Agustus 2023. 

Prof. Haedar Nashir menjelaskan bahwa semangat yang melandasi pendirian rumah sakit dan klinik Muhammadiyah adalah teologi Al Ma’un.

Teologi Al Ma’un mewakili semangat memberi pertolongan kepada sesama, yang pada akhirnya berkembang menjadi pelayanan kesehatan yang dikenal sebagai Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO). 

Prof. Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah akan memberikan bantuan kepada siapa pun yang memerlukan, tanpa memandang agama, suku, ras, atau latar belakang golongan. 

Ia bahkan mengingatkan bahwa dalam sejarahnya, kolaborasi dengan dokter-dokter Belanda telah terjadi.

Pembeda penting antara rumah sakit Muhammadiyah dan yang dimiliki oleh perusahaan atau konglomerat adalah fokus pada tujuan sosial dari pada tujuan bisnis. 

Biaya pengobatan yang diterima oleh rumah sakit Muhammadiyah tidak dikelola sebagai bisnis melainkan sebagai sumber pendapatan untuk memelihara dan mengembangkan fasilitas kesehatan tersebut. 

Hal ini bertujuan agar rumah sakit dapat terus tumbuh dan memberikan pelayanan yang berkualitas.

“Kita ingin membesarkan diri kita agar kita kuat, dan dengan kuat kita bisa membantu.”ungkap Prof Haedar.

Ia memberikan pesan khusus kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat dan staf akademik dari Itekes Kalbar agar mereka merencanakan integrasi antara klinik dan rencana pengembangan kampus. 

Ia menekankan pentingnya merencanakan dengan baik sehingga klinik dapat berkembang menjadi rumah sakit yang terhubung dengan fasilitas pendidikan.

Selain itu, Prof. Haedar juga memberikan pandangan tentang estetika bangunan milik Persyarikatan Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa warna cat dan desain gedung harus dipilih dengan hati-hati agar mencerminkan keindahan dan martabat, sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Pesan lain dari Prof. Haedar adalah pentingnya terus meningkatkan kualitas layanan. Ia percaya bahwa layanan yang baik di klinik akan menarik perhatian masyarakat. 

Ia mengingatkan bahwa orang yang merasa puas dengan layanan tersebut akan berbicara baik tentang Muhammadiyah kepada keluarga dan teman-teman mereka, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pandangan publik terhadap organisasi ini.

Dari layanan kesehatan yang unggul, Prof. Haedar berharap bahwa simpati dan penghargaan akan tumbuh terhadap Muhammadiyah. 

Pasien dan keluarga mereka akan mengalami dampak positif dari layanan di klinik atau rumah sakit Muhammadiyah, dan hal ini dapat membentuk persepsi positif terhadap organisasi ini di masyarakat luas. (Ain)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...