Sabtu, Juni 15, 2024

Minyak Goreng Langka di Pasar, Distributor: 3 Minggu Cuma Dapat 15 Ton

DINDANEWS, PONTIANAK – Kelangkaan minyak goreng kelapa sawit di Indonesia khususnya di Kota Pontianak, Kalbar, patut menjadi tinjauan serius pemerintah. 

Pasalnya, saat Dindanews melakukan pengecekan di sejumlah pasar, minyak goreng tersebut kosong, kendati pun ada, harganya mencapai Rp22-25 ribu/liter. 

Pengecekan lapangan pun menyasar hingga ke sejumlah distributor. Beberapa distributor minyak goreng di Kota Pontianak mengungkap, mereka mengalami kekurangan stok. 

Satu di antaranya, distributor minyak goreng Kapuas Pratama yang telah terletak di Pasar Kapuas Besar, Pontianak yang hanya menerima 2 mobil tangki minyak atau setara dengan 15 ton dalam kurun waktu 3 minggu terakhir.

“Biasanya kita bisa sehari bisa 15 ton juga. Tapi ini malah 15 ton dalam 3 minggu,” ujar Andreas Eko, seorang distributor di Pontianak ketika diwawancarai Dindanews.

Eko menilai, kekurangan stok minyak goreng ini disebabkan pasokan yang didapatkan dari pabrik terbatas. Ini berlangsung sejak diturunkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 3 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Kemasan untuk Kebutuhan Masyarakat dalam kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Saat ini kan pabrik minyak goreng di Kalbar cuma ada Wilmar, jadi jika kurang di sana maka stok minyak goreng di Kalbar juga berkurang,” ungkapnya.

Eko menyatakan dirinya merupakan pemilik distributor minyak curah. Sempat ingin mencoba menjadi distributor minyak kemasan, namun masih belum bisa dilakukan. 

“Untuk sementara kita masih jualan minyak goreng dalam bentuk curah saja. Mau coba ke minyak kemasan tapi belum ada jalan yang bagus,” tutupnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *