Sabtu, Juni 22, 2024

Kondisi Cuaca Ekstrem, Herzaky Desak Evakuasi Kontingen Indonesia Dari Jambore Dunia 2023 di Korea Selatan

Menurut Herzaky, kondisi cuaca di lokasi berlangsungnya jambore sangat ekstrem dengan suhu mencapai 34-38 derajat Celsius

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Kepala Badan Komando Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra (foto-twitter herzaky)
Kepala Badan Komando Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra (foto-twitter herzaky)

PONTIANAK- Kondisi Cuaca Ekstrem, Herzaky Desak Evakuasi Kontingen Indonesia dari Jambore Dunia 2023 di Korea Selatan

Kepala Badan Komando Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menarik pulang kontingen Indonesia yang sedang kegiatan Jambore Dunia 2023 di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan. 

Herzaky mengungkapkan alasannya adalah terkait cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan para kontingen anak-anak tersebut.

Menurut Herzaky, kondisi cuaca di lokasi berlangsungnya jambore sangat ekstrem dengan suhu mencapai 34-38 derajat Celsius. 

“Kami berharap, bapak Presiden, bapak Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua Kwarnas, Dubes Indonesia untuk Korea Selatan, ambil tindakan segera dan sungguh-sungguh untuk membantu anak-anak kita di sana,” kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu 6 Agustus 2023.

Politisi asal Kalbar ini mengatakan para kontingen anak-anak dari Indonesia terancam oleh panas yang luar biasa, dan fasilitas yang disediakan sangatlah tidak memadai. 

Pada kegiatan Jambore di Korea Selatan yang telah dijadwalkan berlangsung mulai dari tanggal 30 Juli hingga 12 Agustus 2023. Herzaky menegaskan bahwa tidak perlu menunggu hingga tanggal 12 Agustus untuk melakukan evakuasi terhadap para kontingen. 

“Jika kegiatan sudah banyak yang dibatalkan karena cuaca ekstrem, untuk apa bertahan sampai tujuh hari lagi?,”ungkap Herzaky.

Lebih lanjut, Herzaky mengungkapkan bahwa sekitar 1.569 warga Indonesia, sebagian besar di antaranya adalah siswa usia 14-18 tahun, tergabung dalam kontingen Indonesia. 

Jumlah ini merupakan bagian dari lebih dari 42.000 peserta Jambore dari berbagai negara di seluruh dunia. 

Herzaky merasa bahwa batalnya sejumlah kegiatan yang sudah diatur dikarenakan cuaca ekstrem membuatnya meragukan apakah perlu bagi para kontingen untuk tetap tinggal di sana hingga tanggal yang telah ditetapkan.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »
What to read next...