Jumat, Februari 23, 2024

Kisah Viral Nur Hidayat Wisudawan yang Hadir Pakai Kendaraan Gergaji Kayu, Tak Ingin Lupakan Asal Usul

Becak motor, atau “benso,” merupakan alat transportasi yang berkeliling menyediakan jasa penggergajian kayu.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Nur Hidayat, Wisudawan yang Hadir Pakai Kendaraan Gergaji Kayu atau Benso (foto-dnews)
Nur Hidayat, Wisudawan yang Hadir Pakai Kendaraan Gergaji Kayu atau Benso (foto-dnews)

PONTIANAK- Kisah Viral Nur Hidayat Wisudawan yang Hadir Pakai Kendaraan Gergaji Kayu, Tak Ingin Lupakan Asal Usul

Sidang Senat Terbuka dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-53 dan Wisuda ke-3 di Gedung Auditorium dan Student Center Kampus III telah dilaksanakan dengan melepas 662 wisudawan.

Momen wisuda sarjana merupakan momen yang sangat istimewa dan berarti bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi mereka. 

Biasanya, momen ini dijadikan sebagai simbol penyelesaian studi sarjana dan berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan teman-teman.

Namun, ada sebuah kisah yang viral dari Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. 

Seorang mahasiswa bernama Nur Hidayat tampil unik pada acara prosesi wisuda dengan naik becak motor besar, yang dalam bahasa setempat disebut “benso,” dari rumahnya ke kampus. 

Di belakang becak motor itu tertulis, “mak, anakmu wisuda mak.”

Momen yang tak biasa tersebut mendapat perhatian dari masyarakat yang menyaksikannya. 

Becak motor, atau “benso,” merupakan alat transportasi yang berkeliling menyediakan jasa penggergajian kayu.

Nur Hidayat, mahasiswa dari Fakultas Syariah Hukum Tata Negara, memutuskan naik becak motor itu sebagai bagian dari cara untuk tidak melupakan asal-usulnya. 

Dengan penuh percaya diri, Nur Hidayat mengendarai becak motor dari rumahnya di Dusun Gumukan, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang menuju kampus UIN Salatiga.

“Saat perjalanan, banyak orang yang memberi isyarat dan melambaikan tangan, bahkan ada yang berhenti untuk meminta foto bersamanya,” ungkap Nur Hidayat. 

Banyak momen mengendarai becak motor tersebut diabadikan di media sosial.

Lebih lanjut, Nur Hidayat mengungkapkan bahwa keluarganya dapat mencari nafkah dari becak motor tersebut. 

“Keluarga kami bisa mencari nafkah berkat becak motor ini. Saat ini, ayah sudah tua dan istirahat, digantikan oleh kakak saya yang bekerja dengan becak motor,” cerita Nur Hidayat, anak dari pasangan Jamadi dan Gimah.

Dia juga menyebutkan bahwa ia kerap membantu kakaknya dengan menyewakan becak motor saat libur kuliah. 

“Saya anak keempat, kadang-kadang saat libur kuliah, saya ikut bekerja bersama kakak. Dari pekerjaan ini, saya mendapatkan uang harian. Uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan pribadi dan membantu biaya kuliah,” tambah Nur Hidayat.

Nur Hidayat menyatakan bahwa keinginannya untuk naik becak motor saat wisuda mendapat dukungan dari keluarganya. 

“Ini adalah momen penting dalam hidup, menggunakan toga dan naik benso. Keluarga juga mendukung, jadi tidak masalah,” ujar Nur Hidayat dengan mantap. (Ain)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...