Selasa, Juni 25, 2024

Kekayaan Milik Komisioner KPU Landak Periode 2023-2028, Tercatat 2 Orang Belum Lapor

Dari lima orang tersebut terdapat dua petahana yang sebelumnya menjabat sebagai komisioner KPU Landak, yakni Lisanto dan M Tarmizi

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Komisioner KPU Landak Periode 2023-2028, (kiri ke kanan) musa, lisanto, helena, tarmizi, yovianus (foto-kpu landak)
Komisioner KPU Landak Periode 2023-2028, (kiri ke kanan) musa, lisanto, helena, tarmizi, yovianus (foto-kpu landak)

LANDAK- Kekayaan Milik Komisioner KPU Landak Periode 2023-2028, Tercatat 2 Orang Belum Lapor

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah melantik lima orang sebagai Komisioner KPU Kabupaten Landak untuk periode 2023-2028 di Jakarta pada Minggu, 25 Juni 2023.

Kelima nama yang telah resmi menjabat itu ialah Helena Sumanti, Lisanto, M Tarmizi, Musa, dan Yovianus Jupriono Ikoniko.

Dari lima orang tersebut terdapat dua petahana yang sebelumnya menjabat sebagai komisioner KPU Landak, yakni Lisanto dan M Tarmizi.

Selain itu, adapula nama Yovianus Jupriono Ikoniko, yang sebelumnya menjabat Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Landak. 

Sebagai penyelenggara negara, Komisioner KPU Landak terpilih juga diwajibkan untuk melaporkan harta kekayaan mereka sesuai dengan Peraturan KPK RI Nomor 2 Tahun 2020. 

Dalam pasal 4 aturan tersebut menyatakan bahwa, setiap orang wajib menyampaikan Laporan harta kekayaan (LHKPN) kepada KPK ketika diangkat sebagai Penyelenggara Negara pada saat pertama kali menjabat.

Selain itu, pejabat yang menerima pengangkatan Kembali sebagai Penyelenggara Negara juga wajib menyampaikan LHKPN kepada KPK.

Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya praktik korupsi di kalangan penyelenggara negara

Dalam laporan harta kekayaan milik Anggota KPU Kabupaten Landak periode 2023-2028 yang telah dirangkum oleh DindaNews dari kpk.go.id, terdapat rincian berikut:

  • Lisanto

Di akhir jabapatan pada periode sebelumnya, Lisanto sempat menyampaikan LHKPN dengan total kekayaan sebesar Rp 260.936.950.

Dari total kekayaan tersebut, Komisioner petahana itu tercatat memiliki 3 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 162 juta.

Lisanto juga melaporkan sebuah mobil senilai Rp 65 juta dan harta bergerak lainnya sebesar Rp 6 juta.

Selain itu, ada pula harta berbentuk kas dan setara kas sebanyak Rp 27.936.950.

  • M. Tarmizi

Sama halnya dengan Lisanto, Tarmizi juga pernah melaporkan harta kekayaannya pada akhir masa jabatan periode sebelumnya.

Pada 10 Februari 2023, Tarmizi mencatatkan total harta kekayaan sebesar Rp 550.500.000.

Kekayaan Tarmizi didominasi dengan harta berbentuk tanah dan bangunan senilai Rp 617.500.000.

Tarmizi juga melaporkan harta kendaraan bermesin senilai Rp 116 juta dan harta berbentuk kas sebesar Rp 1 juta.

Selain itu, Tarmizi kedapatan sedang menanggung sejumlah hutang, yang jika ditotal mencapai Rp 184 juta.

  • Yovianus Jupriono Ikoniko

Yopianus terkahir kali melaporkan LHKPN pada 13 Maret 2023. Saat itu Yovianus sedang menjabat sebagai komisioner Bawaslu Landak.

Dalam laporan tersebut, Yovianus mencatatkan total harta kekayaan sebesar Rp 543.511.165.

Yovianus kedapatan memiliki 6 bidang tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 286 juta.

Kemudian, ada juga harta berbentuk kendaraan bermesin senilai Rp 56 juta dan harta bergerak lain sebesar Rp 53.990.000.

Ada pula harta berbentuk kas sebanyak Rp 175.020.715 dan hutang sebanyak Rp 27.499.550.

Untuk Musa dan Helena Sumanti hingga 7 Juli 2023 informasi terkait laporan kekayaan milik keduanya belum terlampir dałam laman resmi LHKPN KPK RI.(Gil)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...