Rabu, Juni 12, 2024

Karir dan Profil Cak Imin, Bacawapres Anies Baswedan Pada Pemilu 2024 Dari Koalisi Perubahan

Anies Baswedan memilih Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, sebagai calon wakil presidennya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Pasangan Capres dan Cawapres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan (kanan) dan Muhaimin Iskandar (kiri) (kolase dnews)
Pasangan Capres dan Cawapres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan (kanan) dan Muhaimin Iskandar (kiri) (kolase dnews)

PONTIANAK- Karir dan Profil Cak Imin, Bacawapres Anies Baswedan Pada Pemilu 2024 Dari Koalisi Perubahan

Bakal calon presiden Anies Baswedan telah mengumumkan pasangan cawapresnya dalam pemilihan presiden mendatang. 

Anies Baswedan memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, sebagai calon wakil presidennya.

Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar secara resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal capres-cawapres dari Koalisi Perubahan. 

Acara deklarasi tersebut diselenggarakan di Hotel Majapahit Surabaya pada tanggal 2 September 2023, dengan Tim Delapan turut hadir untuk memberikan dukungan kepada pasangan ini.

Lantas bagaimana profil dari Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, adalah Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki latar belakang keluarga yang kaya akan warisan politik. 

Cak Imin adalah keturunan pendiri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif (PPMM) Denanyar Jombang dan salah satu pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri. 

Jejak politiknya dimulai sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang mewakili Masyumi, kemudian sebagai anggota Dewan Konstituante, dan bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Syuro PPP. Dalam Pemilu 1971, Cak Imin terpilih kembali sebagai anggota DPR RI yang mewakili NU.

Selain peran aktifnya dalam bidang keagamaan, Cak Imin juga dikenal sebagai tokoh yang gigih dalam melawan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkawinan pada masa awal Orde Baru, karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.

Warisan politik ini juga tercermin dalam karier politik Muhaimin Iskandar. Ia memulai karier politiknya sebagai aktivis, pengurus partai, anggota dewan, hingga mencapai jabatan menteri. 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »
What to read next...