Selasa, Juni 25, 2024

Kalbar Targetkan 80 Persen Cakupan Vaksinasi Covid-19 Akhir Februari 2022, Sutarmidji: Insya Allah Bisa

DINDANEWS, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) menargetkan, akhir Februari 2022 cakupan Vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 80 persen.

Sementara saat ini, cakupan Vaksinasi dosis pertama secara keseluruhan di Kalbar sudah mencapai 77 persen.

Dengan capaian tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji optimis target cakupan Vaksinasi Covid-19 di Kalbar akan tercapai. “Insya Allah bisa,” ucapnya, Selasa 8 Februari 2022.

Sutarmidji mengungkapkan, saat ini di Kalbar hanya cakupan Vaksinasi Covid-19 dosis kedua yang masih rendah, walaupun rata-rata masih di atas 60 persen.

“Vaksinasi dosis kedua harus dipercepat, daerah-daerah jangan abai. Vaksin ada, minta berapa saja ada stoknya,” kata Sutarmidji.

Ia mengungkapkan, cakupan Vaksinasi Covid-19 di beberapa kabupaten dan kota di Kalbar sudah bagus, di antaranya di Kota Pontianak, Kabupaten Kapuas Hulu, Sekadau, Sanggau dan Landak.

“Kubu Raya itu bagus juga, awalnya dosis pertama hanya 45 persen, sekarang sudah di atas 70 persen,” ungkap Sutarmidji.

Ia berharap cakupan Vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Kubu Raya lebih bagus lagi. “Jangan ketika sudah sampai 70 persen Vaksinasi dosis pertama, mulai kendor,” ingat Sutarmidji.

Arahan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), kata Sutarmidji, Vaksinasi Covid-19 harus dipercepat dan perketat penerapan Protokol Kesehatan (Prokes)

“Dua hal ini yang bisa mencegah dan mengurangi keterjangkitan atau penyebaran dan tingkat fatalitasnya,” jelas Sutarmidji.

Ia pun memastikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar bersama instansi terkait akan mengawal percepatan Vaksinasi Covid-19.

“Insya Allah, kami bersama Kapolda dan Pangdam XII/Tanjungpura akan kawal percepatan Vaksinasi Covid-19,” ucap Sutarmidji.

Secara keseluruh, ungkap Sutarmidji, stok untuk kabupaten dan kota di Kalbar mencapai 101 juta vaksin.

“Jadi cukup sekali. Yang mau booster boleh, usia berapapun boleh. Asal sudah dua kali Vaksin dan sudah 6 bulan. Jadi tidak dibatas-batasi lagi,” pungkas Sutarmidji.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *