Selasa, Juni 25, 2024

Kalbar Sepekan: Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Hingga Tenggelamnya Kapal Sembako di Laut Kayong Utara

Mulai dari: Kepala Daerah terjaring OTT KPK hingga tenggelamnya kapal sembako di laut Kayong Utara

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Kalbar Sepekan: Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Hingga Tenggelamnya Kapal Sembako di Laut Kayong Utara
Kalbar Sepekan: Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Hingga Tenggelamnya Kapal Sembako di Laut Kayong Utara

PONTIANAK- Kalbar Sepekan: Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Hingga Tenggelamnya Kapal Sembako di Laut Kayong Utara.

Dalam seminggu belakangan ini, beragam peristiwa menghebohkan jagat Kalimantan Barat. 

Mulai dari: Kepala Daerah terjaring OTT KPK hingga tenggelamnya kapal sembako di laut Kayong Utara.

Berikut kabar dalam sepekan yang dirangkum oleh tim dindanews.com

  • Bupati Kabupaten Meranti OTT KPK Atas Dugaan Kasus Suap

KPK lakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil (MA). 

Adil ditangkap KPK di rumah dinasnya pada Kamis, 6 April 2023 atas dugaan kasus korupsi.

Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri mengatakan, ada 25 orang yang terjaring dalam OTT tersebut. 

25 orang itu terdiri dari Adil, dan sekretaris daerah (sekda), kepala dinas dan badan, kepala bidang, dan sejumlah pejabat lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.

Adil diduga melakukan suap ke auditor BPK itu demi meraih status wajar tanpa pengecualian (WTP).

Adil juga menerima suap terkait pengadaan jasa umrah. 

Selain itu, KPK juga menduga Adil melakukan korupsi terkait pemotongan Uang Persediaan dan Ganti Uang Persediaan (UP dan GUP).

  • Kapal Sembako Karam di Perairan Kayong Utara, 6 ABK Selamat

Sebuah kapal layar motor bermuatan sembako dikabarkan karam di perairan Pulau Juante, Kabupaten Kayong Utara pada Kamis, 6 April 2023.

Kepala Basarnas Pontianak, I Made Junetra, mengatakan bahwa kapal dengan nama Tirta Sejati 03 telah tenggelam selama 40 menit sebelum laporan diterima pukul 11.50 WIB.

“Setelah menerima laporan tersebut Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi tenggelamnya kapal,” ujar Junetra kepada wartawan.

Kapal yang sedang membawa muatan sembako dengan enam anak buah kapal (ABK) dalam perjalanan dari Kota Pontianak menuju Kabupaten Ketapang.

“Kapal nahas ini bertolak dari Kota Pontianak dengan tujuan Kabupateb Ketapang dengan membawa barang-barang sembako serta terdapat enam kru kapal,” jelasnya.

Sebelum tenggelam, kapal diketahui telah mengalami kebocoran. Angin kencang disertai gelombang laut yang tinggi, memperparah kondisi kapal.

Beruntungnya, tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan seluruh kru kapal dan membawa mereka ke Pelabuhan Sukabangun Ketapang untuk pemeriksaan kesehatan.

Enam orang ABK yang berhasil diselamatkan, yaitu Hendri 36 tahun asal Mempawah, Ari 30 tahun asal Medan, Adri 32 tahun asal Tanjung Balai, Arifin 27 tahun dari Tanjung Balai, Udin 34 asal Pontianak, dan Usup 40 tahun asli Pontianak.

  • Warga Ketapang Tewas Tertembak Usai Menyerang Polisi

Seorang warga bernama Agustino di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang tewas usai ditembak oleh polisi. 

Keputusan untuk menembak dilakukan oleh polisi karena warga tersebut menyerang polisi dengan sebilah parang.

Kapolres Ketapang, AKBP Laba Meliala, mengatakan penyerangan yang dilakukan oleh warga terhadap anggota Polsek Nanga Tayap terjadi pada Jumat, 7 April 2023, sekitar pukul 15.30 WIB.

Kapolres menjelaskan, kejadiannya bermula saat anggota Polsek Nanga Tayap akan melakukan mediasi konflik antara Agustino dan warga lainnya yang Bernama Akiang.

“Akiang kebingungan ketika excavator miliknya yang akan melakukan pembersihan di lahan kebun karet milik warga bernama Joko sudah tidak ada di lokasi. Setelah dicari ternyata berada di halaman rumah Agustino,” ujar AKBP Laba kepada wartawan.

Setelah beberapa saat membahas persoalan excavator tersebut di teras rumah Agustino. 

Agustino kemudian masuk ke dalam rumah dan keluar sambil membawa sebuah parang seketika mengejar salah satu anggota polisi.

“Melihat rekannya dikejar, Briptu Agus kemudian mengeluarkan tembakan peringatan ke atas dua kali. Mendengar tembakan itu Agustino berbalik mengejar dan membacok tangan kiri Briptu Agus sembari ingin merebut senjatanya. Saat itulah, Agustino yang melakukan penyerangan tertembak oleh Briptu Agus,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, Briptu Agus mengalami dua luka sabetan parang di tangan kiri dan kaki kanan. 

Sedangkan pelaku penyerangan yakni Agustino meninggal dunia. (Gil)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...