Senin, Juni 17, 2024

Kalbar ‘Krisis’ Jagung, Florentinus Anum: Kekurangan 130 Ribu Ton per Tahun

DINDANEWS, PONTIANAK – Saat ini Provinsi Kalbar krisis jagung, tingginya tingkat kebutuhan berbanding terbalik dengan kapasitas produksi.

Bagaimana tidak disebut Kalbar krisis jagung, di tengah kebutuhan mencaai 340 ribu ton per tahun, kapasitas produksinya hanya 210 ribu ton per tahun.

Kondisi Kalbar krisis jagung ini diakui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar. Sehingga saat ini dupayakan untuk membangun kemitraan untuk meningkatkan produksi jagung.

“Kami sedang menggandeng pelaku usaha atau investor untuk bekerjasama dengan para kelompok tani, agar ada kemitraan dari dua belah pihak,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar Florentinus Anum, kemarin.

Melalui kemitraan antara investor dengan kelompok tani tersebut, kata Anum, diharapkan kebutuhan jagung sejalan dengan kapasitas produksinya.

Anum mengatakan, saat ini Kalbar masih kekurangan bahan baku berupa jagung pipil kering untuk kapasitas pabrik pengelolaan pakan ternak. Demikian pula jagung untuk konsumsi.

“Masih ada kekurangan 130 ribu ton jagung pipil kering di Kalbar. Untuk itu perlu dikembangkan, guna memenuhi kebutuhan yang ada,” kata Anum.

Untuk pengembangan, ungkap Anum, saat ini diusatkan di Kabupaten Bengkayang sebagai sentra penghasil jagung di Kalbar.

“Produksi jagung di Bengkayang saat ini 70 persen dari total di Kalbar. Nah, untuk itu dikembangkan lagi sekitar 30 ribu hektare,” jelas Anum.

Pengembangan produksi jagung tersebut, lanjut dia, melibatkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kabupaten Bengkayang.

Perumda Bengkayang mendampingi petani atau kelompok tani di daerah tersebut mulai dari peningkatan kapasitas petani, pemenuhan pupuk hingga Alat Mesin Pertanian (Alsintan).

Selain Bengkayang, Anum juga mendorong pengembangan jagung di Kabupaten Landak, Mempawah, Sanggau dan Sambas.

“Sentra baru jagung terus dihadirkan agar Kalbar tidak kekurangan jagung lagi dan tidak membeli dari luar untuk pemenuhan konsumsi dan pabrik,” pungkas Anum.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *