Jumat, Juni 14, 2024

Jika Kembali Bentrok, Koperasi MJP dan TKKBM Ditindak Secara Hukum

DINDANEWS, KUBU RAYA – Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold H.Y Kumontoy meminta Koperasi Mitra Jaya Perkasa (MJP) dan Koperasi Tenaga Kerja Khusus Bongkar Muat (TKKBM) wajib mematuhi nota kesepakatan berdamai yang telah ditandatangani.

Jika melanggar dan mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat, akan ditindak secara hukum.

“Harapan kita dengan adanya ini tidak ada lagi kegiatan yang menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat yang ada di wilayah Kubu Raya,” kata Jerrold, Kamis (10/2/2022).

Jerrold meyakini dengan adanya kesepakatan ini kedua belah pihak Koperasi MJP dan TKKBM tidak mengulangi aksi yang mengancam keamana dan ketertiban masyarakat. Ia menilai aksi itu terjadi diakibatkan adanya kesalahpamahan antar kedua belah pihak.

Jerrold pun menegaskan jika aksi yang menganggu Kamtibmas kembali terjadi maka pihaknya akan menindak tegas melalui tindakan hukum.

“Namun itu bukan sesuatu hal yang kita inginkan. Ini sudah suatu bentuk kesepakatan bersama sehingga kedepan harapan dari Pemkab bagaimana koperasi-koperasi ini bisa bekerja dengan kondusif sesuai dengan tahapan-tahapan yang sudah disampaikan oleh Bupati akan ada penyusunan SOP sehingga kesepakatan bersama didapatkan dan koperasi ini dapat berjalan dengan kondusif,” pungkas Jerrold.

Sebelumnya, dua kelompok bersitegang dan suasana mendadak ramai lantaran tidak ada kesepakatan sistem kerja di sebuah koperasi di Jalan Adisucipto Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (9/2/2022).

“Jadi peristiwa yang terjadi, terkait masalah koperasi sistem kerja yang belum ada kesepakatan, dan ini sudah cukup lama berlangsung dan sudah masuk dalam proses pemerintah kabupaten,” ujar Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold.

Namun dalam proses ini, kata Jerrold, belum ada tahap yang deal sehingga ada konsentrasi massa, yang mungkin juga terprovokasi dengan hal – hal lain akhirnya keduanya bersitegang.

Dia menjelaskan kericuhan tersebut dapat diredam oleh petugas Polres Kubu raya dan pertemuan antar keduanya sudah dilakukan.

“Massa sudah kita bubarkan dan kita pertemukan dua tokoh dari kelompok tersebut, jadi hasilnya kita menunggu dari pemerintah kabupaten,” katanya.

Jerrold menegaskan jika perisitiwa yang terjadi murni hanya terkait sistem kerja yang belum deal bukan bentrok antar suku seperti yang beredar.

“Tidak ada kaitan dengan suku atau agama atau apaun ini murni sistem kerja yang belum menemukan kesepakatan,” jelasnya.

Meski sempat macet beberapa saat, kini suasana di Jalur Adisucipto sudah kondusif dan kembali normal, sedangkan untuk korban luka pihaknya mengaku tidak menemukan hal tersebut.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *