Jumat, Februari 23, 2024

Jangan Khawatir! Sektor Properti Masih Jadi Andalan Instrumen Investasi

DINDANEWS, PONTIANAK – Walau pandemi covid-19, namun sektor properti masih tetap prospektif dan itu terbukti saat perekonomian terpukul, di mana sektor properti masih mampu mencatatkan pertumbuhan. Hal ini membuat properti dijadikan lokomotif perekonomian oleh pemerintah khususnya dengan banyaknya industri terkait yang akan ikut terdorong melalui sektor properti.

Berbagai kalangan juga menyebut sektor properti masih bisa diandalkan pada tahun 2022 ini terlebih dengan berbagai adaptasi yang terus dilakukan selama dua tahun kita hidup dengan pandemi. Pasar yang besar, angka backlog perumahan yang tinggi, hingga hunian yang tidak layak menjadi jaminan untuk sektor properti tetap tumbuh di negeri ini.

Menurut Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Yunus Karim, sektor properti juga masih bisa diandalkan sebagai instrumen investasi yang menarik karena tetap menawarkan keuntungan khususnya untuk jangka panjang. Pada tahun 2022 ini properti juga masih bisa diandalkan sebagai instrumen investasii yang sangat baik khususnya untuk kalangan milenial.

“Produk properti masih bisa diandalkan sebagia instrumen investasi yang sangat menguntungkan khususnya untuk jangka menengah dan panjang. Properti masih bisa dijadikan unggulan dengan menawarkan pertumbuhan nilai investasi di atas 4 persen per tahun,” ujarnya.

Khusus periode tahun 2022, Yunus menyebut sektor properti sangat bisa diandalkan dengan melihat segmen rumah tapak (landed house) yang begitu digemari saat pandemi Covid-19. Respon yang baik ini membuat kalangan pengembang terus mengeluarkan produk rumah tapak untuk berbagai segmen khususnya yang menyasar kalangan milenial dan keluarga muda.

Di tengah beragam instrumen investasi seperti logam mulia, saham, deposito, maupun instrumen perbankan dan keuangan lainnya, properti khususnya untuk tipe landed house masih sangat diminati masyarakat. Untuk tipe ini akan sangat menguntungkan karena menjamin kenaikan nilai secara progresif.

Keuntungan lainnya karena dukungan dari regulasi maupun insentif yang dikeluarkan pemerintah. Secara resmi pemerintah telah mengumumkan kembali memperpanjang insentif PPN dengan memberikan diskon 50 persen untuk produk properti baru seharga maksimal Rp2 miliar dan 25 persen seharga maksimal Rp5 miliar.

“Hal ini membuat produk properti menjadi instrumen yang stabil dan minim risiko karena ada aset yang terus berkembang sehingga dari sisi return on investment (ROI) juga sangat baik. Ini yang membuat produk properti khususnya rumah tapak menjadi instrumen investasi yang sangat menguntungkan,” katanya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *