Rabu, Juni 19, 2024

Ini Alasan Pemerintah Mengganti Nama Libur Nasional “Isa Almasih”

Saiful Rahmat Dasuki, menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan respons terhadap permintaan dari umat Kristen dan Katolik

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
ilustrasi gereja (foto-unsplash)
ilustrasi gereja (foto-unsplash)

PONTIANAK- Ini Alasan Pemerintah Mengganti Nama Libur Nasional Isa Almasih

Pemerintah Indonesia berencana untuk mengganti nomenklatur ‘Isa Almasih’ dalam penamaan hari libur nasional dengan ‘Yesus Kristus’. 

Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, dalam sebuah jumpa pers di kantornya hari Selasa, 12 September 2023.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki, menjelaskan alasan di balik usulan perubahan ini, mengatakan bahwa hal tersebut merupakan respons terhadap permintaan dari umat Kristen dan Katolik. 

Saiful menyatakan, Ini adalah usulan dari umat Kristen dan Katolik, yang menginginkan nomenklatur yang sesuai dengan keyakinan mereka, yaitu kelahiran, wafat, dan kenaikan Yesus Kristus. 

“Ini usulan dari umat Kristen dan Katolik, agar nama nomenklatur itu justru memang diubah ke yang mereka yakini, itu adalah kelahiran Yesus Kristus dan wafatnya Yesus Kristus dan kenaikan Yesus Kristus. Itu usulan mereka,” diungkapkan oleh Saiful di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa 12 september 2023.

Menurut Muhadjir Effendy, usulan perubahan nomenklatur ini diajukan oleh Kementerian Agama, dan Kemenag akan mengusulkan perubahan tersebut melalui peraturan presiden (perpres). 

“Karena itu, Kemenag mengajukan perubahan nomenklatur melalui Perpres,” ujarnya.

Selama ini, pemerintah Indonesia telah menggunakan nomenklatur ‘Isa Almasih’ untuk merujuk pada Hari Kenaikan Isa Almasih dan Hari Wafat Isa Almasih. 

Tahun 2024 akan menjadi tahun pertama penggunaan nama ‘Yesus Kristus’ dalam kalender libur nasional, dengan Hari Wafat Yesus Kristus jatuh pada tanggal 29 Maret dan Hari Kenaikan Yesus Kristus jatuh pada tanggal 9 Mei 2024. (Ain)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...