Jumat, Februari 23, 2024

Imlek dan Cap Go Meh 2022 di Kalbar, Sutarmidji: Tanpa Kegiatan Arak-arakan Kebudayaan

DINDANEWS, PONTIANAK – Guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona Varian Omicron, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) meniadakan kegiatan kebudayaan yang sifatnya mengumpulkan massa pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2022.

Kepastian Imlek dan Cap Go Meh 2573 tanpa arak-arakan kebudayaan tersebut disampaikan Gubernur Kalbar Sutarmidji ketika menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Selasa 25 Januari 2022.

“Sementara ini ditiadakan karena dikhawatirkan terjadi penyebaran Covid-19 varian baru dari kontak fisik dalam kerumunan massa,” kata Sutarmidji dalam Rakor Pengamanan Imlek dan Cap Go Meh 2020 tersebut.

Sutarmidji mengungkapkan, sekitar 50 Ribu warga Tionghoa yang bekerja diluar akan mudik ke Kalbar pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2022.

“Untuk itu, Pemprov Kalbar mengambil langkah pencegahan dengan meniadakan kerumunan massa,” jelas Sutarmidji.

Ia juga mengimbau umat Konghucu di Kalbar untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2573 bersama keluarga di rumah.

“Saya yakin perayaan Imlek tahun ini akan tetap meriah, tetap gembira, dan tetap memberikan banyak harapan, walaupun tanpa kegiatan arak-arakan kebudayaan yang sifatnya dapat mengumpulkan orang ramai untuk sementara waktu,” kata Sutarmidji.

Di tempat yang sama, Kapolda Kalbar Irjen Pol Suryanbodo Asmoro mengatakan, Operasi Liong Kapuas 2022 akan berlangsung mulai 30 Januari sampai 17 Febuari 2022 di 8 titik operasi, yaitu:

  1. Pontianak
  2. Kubu Raya
  3. Mempawah
  4. Singkawang
  5. Sambas
  6. Bengkayang
  7. Sintang, dan
  8. Ketapang.

“Kewajiban setiap anggota TNI/Polri adalah menjamin rasa aman dan nyaman agar pelaksanaan ibadah bagi masyarakat yang merayakan dapat berjalan lancar, serta tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Suryanbodo.

Sementara itu, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Sulaiman Agusto mengatakan, untuk mendukung pengamanan Imlek dan Cap Go Meh 2022, semua harus bersinergi termasuk dengan masyarakat.

“Segera lapor, atasi, dan koordinasikan jika terjadi permasalahan di lapangan. Laksanakan Cegah Dini (CENI) , Deteksi Dini (DENI), dan beri peringatan kepada pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan,” tegas Sulaiman.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *