Jumat, Februari 23, 2024

Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Landak, Ada Yang Naik Sekitar 300 Persen Dari Sejak Dilantik

Sebagai penyelenggara negara, anggota DPRD wajib melaporkan harta kekayaannya setiap tahun melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Kantor DPRD Kabupaten Landak (foto- landakkab.go.id)

LANDAK- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak memiliki 35 anggota yang tersebar di sembilan partai politik. 

Berdasarkan jumlah anggotanya, Pimpinan DPRD Kabupaten Landak terdiri atas satu orang ketua dan dua orang wakil ketua yang berasal dari partai politik yang memiliki suara terbanyak.

Heri Saman dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diberi amanah sebagai ketua. 

Didampingi Oktapius dari Partai NasDem sebagai Wakil Ketua I dan Aris Ismail dari Partai Demokrat selaku Wakil Ketua II.

DPRD adalah lembaga legislatif yang berperan dalam mengawasi jalannya pemerintahan daerah dan membuat peraturan daerah. 

Sebagai penyelenggara negara, anggota DPRD wajib melaporkan harta kekayaannya setiap tahun melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Dalam artikel ini telah di himpun berdasarkan LHKPN dari KPK RI, terkait harta kekayaan para pimpinan DPRD Kabupaten Landak dari awal menjabat hingga masuk masa akhir jabatan. 

Perlu diketahui, DPRD Landak bertugas sejak September 2019 dan akan berkahir di 2024 mendatang.

  • Heri Saman

Saat awal menjabat pada tahun 2019, Ketua DPRD Kabupaten Landak ini melaporkan harta kekayaannya sebesar Rp 395.527.204. 

Heri Saman, Ketua DPRD Landak

Dalam LHKPN terbaru yang diunggah pada tahun 2021, Heri Saman tidak mengalami kenaikan harta sepeserpun. 

Total aset yang dimiliki Heri berjumlah sama saat awal ia menjabat.

Harta kekayaan didominasi oleh kepemilikannya atas tanah dan bangunan, yang jika dirupiahkan mencapai Rp 3.820.000.000. 

Tetapi Heri memiliki hutang yang cukup tinggi, yakni mencapai Rp 4.000.000.000.

  • Oktapius

Saat awal menjabat pada tahun 2019, sebanyak Rp 1.282.300.000 total harta kekayaan dilaporkan Oktapius kepada KPK. 

Oktapius, Wakil Ketua DPRD Landak

Hingga akhir masa jabatannya, harta Oktavius mengalami kenaikan sekitar 31.53 persen menjadi Rp 1.686.600.000.

Oktapius memiliki 17 bidang tanah dan bangunan yang jika dirupiahkan sekitar Rp 1.288.600.000, aset tersebut yang menjadi faktor utama kekayaan Oktapius.

  • Aris Ismail

Saat awal menjabat, Aris Ismail hanya memiliki kekayaan senilai Rp 249.500.000. 

Angka tersebut berdasarkan LHKPN yang diunggahnya pada tahun 2019. 

Aris Ismail, Wakil Ketua DPRD Landak

Kemudian pada LHKPN tahun 2021, kekayaan Aris Ismail naik sekitar 333,39 persen menjadi Rp 1.081.300.000.

Harta Aris didominasi oleh kepemilikannya terhadap dua bidang tanah dan bangunan yang jika ditotal mencapai Rp 1.180.000.000.

Setiap penyelenggara negara harus melaporkan LHKPN pada setiap tahunnya.

Laporan ini harus disampaikan kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan/atau instansi yang ditentukan pemerintah.

Perlu diingat bahwa kenaikan harta tidak selalu menunjukkan adanya tindakan yang tidak benar.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai harta seseorang seperti perubahan harga properti atau aset lainnya, kenaikan penghasilan, dan usaha atau kerja keras yang dilakukan. (Gil)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...