Jumat, Juni 21, 2024

Harga Minyak Goreng Naik di Kalbar, Wali Kota Pontianak Merasa Heran

DINDANEWS, PONTIANAK – Belakangan hari terakhir, harga minyak goreng naik di Kalbar, dari kisan Rp17 ribu menjadi Rp25 ribu per liter.

Fakta bahwa harga minyak goreng naik di Kalbar ini membuat beberapa kalangan heran, termasuk Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Saya tidak mengetahui persis apa penyebab harga minyak goreng naik, apakah konsumsi meningkat atau produksi yang berkurang,” kata Edi Rusdi Kamtono, kepada wartawan, Jumat 21 Januari 2022.

Edi merasa heran atas kenaikan harga minyak tersebut, lantaran Provinsi Kalbar ini merupakan penghasil sawit, bahan baku minyak goreng.

Bukan hanya area perkebunan sawit yang begitu luas, Provinsi Kalbar juga memiliki pabrik pengolahan bahan baku minyak goreng ini.

Secara logika, menurut Edi, Kalbar penghasil tanaman sawit dan minyak goreng, semestinya tidak terjadi lonjakan harga.

“Kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak sedang menelusuri penyebab kenaikan harga minyak goreng ini,” kata Edi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Junaidi sudah melakukan penelusuran di lapangan.

Sebenarnya, ungkap Junaidi, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan program satu harga untuk 1,2 miliar liter minyak goreng.

Satu harga untuk enam bulan ke depan Rp14 Ribu per liter di tingkat distributor atau di toko-toko modern.

“Sayangnya tidak semua merek minyak goreng menerapkan kebijakan satu harga tersebut, masih ada beberapa merek yang harganya di atas Rp14 ribu per liter,” sesal Junaidi.

Ia mengingatkan, jangan sampai ada spekulan yang mencoba mengambil kesempatan di tengah kondisi harga minyak goreng saat ini.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *