Rabu, Juni 19, 2024

Harga Kedelai Naik, Pedagang Kecilkan Ukuran Tahu dan Tempe

DINDANEWS, PONTIANAK – Selain minyak goreng, harga kedelai di Kota Pontianak ikut mengalami kenaikan.

Bahkan mencapai angka 20 persen hingga akhir Februari, yakni dari harga Rp 8.500 hingga saat ini mencapai Rp11.000 per kilogram.

Hal ini pun membuat sebagian pedagang tempe dan tahu mengeluh. Satu diantaranya, Niko pembuat tempe mengaku terpaksa memperkecil ukuran tempe untuk dapat dijual dengan harga yang sama.

“Harga mulai naik, jadi saya kecilkan ukuran tempenya, karena kalau menaikkan harga pembeli pasti protes,” ujar Niko ketika diwawancarai, Sabtu (26/2/2022).

Niko menuturkan dirinya merupakan pembuat tempe kecil-kecilan. Dengan modal 50 kg kedelai untuk produksi tempe dalam dua hari. Tak ingin mata pencarian hilang, ia pun mencoba berbagai macam cara untuk mensiasati agar dagangan tempe miliknya tetap laku dan memiliki kualitas baik.

“Saya baru setahun terakhir buat tempe, jadi harus pandai-pandai lah sebagai pedagang. Semoga harga kedelai ni tidak naik lagi,” harap Niko.

Sementara itu, ada Yudi pedagang tahu yang memiliki pendapat serupa. Akibat kenaikan harga kedelai ini, ia pun harus mengecilkan ukuran tahu. Sebab menaikkan harga jual bukanlah ide yang baik menurut Yudi.

“Ada kenaikan ini, untuk kita juga jadi menipis. Makanya harus dikecilkan lah ukurannya,” jelas Yudi.

Yudi menyatakan jika kedelai terus mengalami kenaikan harga, bukan tidak mungkin ia juga akan menaikkan harga jual tahu. Sebab ia merasa jika terus mengalami kenaikan pada modal jual, maka untung berjualan yang didapatkan pun semakin menipis.

“Mau tak mau lah harus kita naikkan, kalau kedelai ni masih terus naik,” tutup Yudi.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *