Selasa, Mei 21, 2024

Hambat Pembangunan Daerah, Sukiryanto Minta UU Ciptaker Direvisi

Foto Sukiryanto menghadiri Rapat Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (REI) Kalbar (Foto/Agil)

PONTIANAK – Hambat Pembangunan Daerah, Sukiryanto Minta UU Ciptaker Direvisi

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Kalimantan Barat, Sukiryanto, mengungkapkan keprihatinannya terhadap implementasi Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang dianggapnya menghambat pembangunan daerah, khususnya di Kalimantan Barat.

Dalam pernyataannya, ia menyoroti berbagai kendala yang dihadapi pengembang daerah seperti Real Estate Indonesia (REI) yang terkait dengan regulasi UU Ciptaker.

“Tantangan REI di Kalimantan Barat sebenarnya bukanlah masalah lahan. Yang menjadi persoalan adalah ketentuan mengenai PBG dan SLF, yang semuanya terkait dengan Undang-Undang Cipta Kerja,” ungkap Sukiryanto saat ditemui di Hotel Mercure Pontianak pada Sabtu, 18 November 2023.

Ia menambahkan bahwa sebagai wakil daerah, ia tidak sepakat dengan beberapa aspek UU Ciptaker yang mempersulit pengembangan daerah, terutama bagi pemerintah daerah yang tidak memiliki pemahaman mendalam terhadap aturan tersebut.

“Contohnya, di Sanggau ada 5 lokasi yang sedang dikembangkan, sampai kita undang kejaksaan, undang Polda, undang Polres, mereka itu tidak paham terhadap proses tersebut,” jelasnya.

Sukiryanto juga menyoroti masalah terkait Online Single Submission (OSS) yang meskipun diizinkan oleh pemerintah pusat, namun proses perizinan setempat dalam Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) dapat memakan waktu 6-8 bulan.

“Semua aturan terkunci dalam OSS atau SIMBG infrastruktur. Ini sangat menghambat,” tandasnya.

Menurutnya, UU Ciptaker seharusnya direvisi untuk mempertimbangkan kepentingan daerah yang saat ini terasa terpinggirkan dalam proses pembangunan.

“Mohon kepada pemerintah pusat, jangan pertahankan hal ini. Kasihan daerah. Jika UU tersebut ingin diterapkan, terapkan ke investor asing saja,” tegas Sukiryanto.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...