Selasa, Februari 27, 2024

Giro Wajib Minimum Naik, Sukiryanto Khawatirkan Kredit untuk UMKM

DINDANEWS, JAKARTA – Ketua Komite IV DPD RI Sukiryanto nenyampaikan, dalam hasil rapat dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 20 Januari 2022 lalu disampaikan, bahwa BI akan menaikan secara bertahap Giro Wajib Minimun (GWM) perbankan, baik konvensional maupaun syariah atau unit usaha syariah.

“Kenaikan bertahap yang diumumkan oleh BI pada awal waktu bisa membantu bank-bank untuk segera menyusun kembali portofolio mereka sehingga bisa memenuhi ketentuan BI, dimana pada maret ini sebesar 5 persen,” kata Sukiryanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/1/2022).

Seperti diketahui, GWM merupakan salah satu instrumen makroprudensial untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dimana berpengaruh langsung terhadap indeks inflasi.

“Logika saya sebagai orang awam, kenaikan GWM ini memaksa perbankan mencadangkan lebih banyak uang, sehingga portofolio yang disiapkan untuk penyaluran kredit misalnya, otomatis akan terkoreksi turun,” ucap Sukiryanto.

“Di sisi lain perbankan untuk tetap dapat mempertahankan portofolionya maka mereka harus menghimpun dana yang lebih besar dari masyarakat dan biasanya instrumen yang digunakan adalah menaikan bunga tabungan, sehingga otomatis suku bunga kredit akan naik juga karena margin bank kan selisih dari bunga tabungan dan kredit,” tambah Sukiryanto

Dalam penjabaran lanjutannya, sukiryanto menekankan pada 2 hal dari apa yang disampaikannya, yaitu pertama bank akan lebih sedikit menyalurkan kreditnya apabila mereka tidak mampu menghimpun dana untuk menutupi portofolio bank, kedua, bunga kredit akan tergerek naik sejalan dengan naiknya bunga tabungan.

“Yang saya pikirkan adalah nasib para UMKM ini, tapi ya mudah-mudahan optimisme yang disampaikan para bankir bankir itu bener, bahwa mereka tetap optimis kredit tetap akan tumbuh si tahun 2022,” terang Sukiryanto.

Menurut Sukiryanto, GWM ini bukan instrumen yang mudah untuk diturun naikan apalagi secara mendadak.

“Sehingga BI harus memiliki langkah-langkah lain apabila memang kenaikan GWM ini memberi dampak yang negatif,” tutup Sukiryanto.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *