Selasa, Juni 25, 2024

Fakta Mengejutkan Si Kembar Rihana dan Rihani Kasus Penipuan Jual Beli iPhone, Ternyata Eks Pegawai Kemendag

Si kembar tersebut melakukan penipuan dengan membuka proses pemesanan sebelumnya atau pre-order untuk ponsel iPhone.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Si Kembar Rihana dan Rihani Kasus Penipuan Jual Beli iPhone (foto-IST)

PONTIANAK- Fakta-Fakta Mengejutkan Si Kembar Rihana dan Rihani Kasus Penipuan Jual Beli iPhone, Ternyata Eks Pegawai Kemendag

Pelaku penipuan dalam kasus jual beli iPhone yang dikenal sebagai si kembar Rihana dan Rihani akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. 

Mereka terlibat dalam kasus penipuan dengan total kerugian mencapai Rp 35 miliar.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Resmob Mabes Polri berhasil mengamankan Rihana dan Rihani di apartemen M Town Gading Serpong, Kabupaten Tangerang Pada Selasa, 4 Juli 2023. 

Sebelumnya, mereka telah menjadi viral di media sosial karena dituduh melakukan penipuan dengan kerugian yang dialami korban mencapai Rp 35 miliar.

Si kembar tersebut melakukan penipuan dengan membuka proses pemesanan sebelumnya atau pre-order untuk ponsel iPhone. 

Rihani mengklaim bahwa dirinya adalah supplier iPhone yang memiliki garansi resmi.

Berikut fakta-fakta menarik yang dilakukan si kembar dalam kasus penipuan Iphone yang telah di rangkum :

  • Melakukan penipuan sejak 2021 

Si kembar Rihana dan Rihani diduga telah melakukan penipuan sejak tahun 2021. 

Menurut akun Instagram @kasusiphonesikembar, mereka tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan. Mereka pernah tinggal di Greenwood Townhouse 2 di Cempaka Putih, Ciputat. 

Rihana dan Rihani merupakan lulusan UIN dengan jurusan Manajemen Pemasaran pada tahun 2008-2012. 

Mereka juga merupakan alumni dari SMAN 29 Jakarta dan SMPN 48 Jakarta.

  • Ada 17 laporan Kepolisian 

Polda Metro Jaya telah menerima laporan dari sejumlah korban penipuan iPhone yang dilakukan oleh si kembar Rihana dan Rihani. 

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Imam Yulisdiyanto, mengungkapkan bahwa ada 17 korban yang telah melaporkan Rihana dan Rihani atas kasus penipuan dan penggelapan pemesanan iPhone sebelumnya, serta beberapa produk Apple lainnya. 

“Sementara kita dapatkan laporan polisi, ada 17 korban yang menggunakan Laporan Polisi.”ungkap Imam Yulisdiyanto.

  • Buronan Polisi dan Berpindah-pindah apartment

Rihana dan Rihani menjadi buronan polisi dan sering berpindah-pindah tempat tinggal di apartemen karena mereka mengetahui status mereka sebagai buronan. 

Namun, pada subuh 4 Juli 2023, polisi berhasil menangkap mereka di apartemen M-Town Residence Gading Serpong, Tangerang, Banten.

  • Mantan pegawai Kementerian Perdagangan

Ternyata salah satu dari pelaku, yaitu Rihani, merupakan mantan pegawai honorer di Kementerian Perdagangan (Kemendag). 

Sekretaris Jenderal Kemendag, Suhanto, mengungkapkan bahwa Rihani adalah mantan pegawai di Biro Hukum Kemendag. 

“Rihani adalah mantan pegawai honorer Kemendag di Biro Hukum,” kata Suhanto

Rihani mengundurkan diri sekitar satu tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 Juli 2022.

“Yang bersangkutan mengundurkan diri per tanggal 1 Juli 2022,” jelasnya

  • Gunakan 21 Rekening Untuk Penipuan

Selain itu, diketahui bahwa si kembar tersebut menggunakan 21 rekening dari berbagai bank untuk melakukan transaksi penipuan. 

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memblokir 21 rekening tersebut. 

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengungkapkan bahwa rekening-rekening yang dibekukan tidak hanya terkait dengan penipuan jual beli iPhone, tetapi juga terkait dengan transaksi lainnya. 

Ivan Yustiavandana menyatakan bahwa si kembar Rihana dan Rihani menggunakan banyak rekening dari berbagai bank dan nilai transaksi yang tercatat sangat besar. 

“Banyak sekali rekening dan bank yang dipakai. (Nilai transaksinya) besar sekali,” jelasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...