Senin, Juni 17, 2024

Edi Kamtono: Viralkan Warga yang Buang Sampah Sembarangan

DINDANEWS, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono merasa jengkel dengan masarakat yang membuang sampah sembarangan.

Ia menganjurkan agar memviralkan oknum Masarakat yang menjadi pelaku penebar sampah.

Edi mengatakan untuk memberi efek jera kepada pelaku yang membuang sampah dengan di foto maupun di vidio.kemudia di sebarkan di Media sosial.

“Misalnya ada warga yang membuang sampah sembarangan, termasuk dari mobil ke jalan, divideokan dan diviralkan di medsos dan itu lebih efektif memberikan sanksi sosial,” ujar Edi Rusdi Kamtono dalam pembukaan gerakan bersih-bersih sampah di Gang Belibis.

Gerakan bersih – bersih sampah yang dilasanakan Minggu (20/2) di pusatkan di Kelurahan Tengah Kecamatan Pontianak Kota.kegiatan ini mengangkat tema Clean Up Day dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak di tegaskan Edi sudah berupaya melakukan berbagai langkah untuk menjaga Kota Pontianak tetap bersih.

Meski demikian, ia mengakui, sulit terwujud apabila tingkat kesadaran masyarakat terhadap kepedulian lingkungannya masih rendah.

“Sangat disayangkan masih saja ditemukan sampah yang berserakan dan dibuang bukan pada tempatnya,” tambah Edi.

Menurut Edi, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi hal yang sangat penting. Walkot juga menyatakan minset masarakat agar tidak menilai atau melihat sampah yang berserakan di sekitar lingkungan sebagai hal biasa.

“tetapi tanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan seperti layaknya kita menjaga rumah tetap bersih,” tambah Mantan Kepala Dinas PU Kota Pontianak itu (Edi,red).

Seiring pertumbuhan penduduk di Kota Pontianak yang terus bertambah dan hingga kini tercatat sudah mencapai sekitar 672 ribu, produksi sampah juga ikut mengalami peningkatan.Secara teoritis, satu orang setidaknya memproduksi sekitar 2,5 kilogram sampah per hari. Di Kota Pontianak sampah yang diproduksi oleh masyarakat dari berbagai aktivitas rerata 360 hingga 400 ton sampah yang dihasilkan dalam sehari. 80 persen sampah dikelola di TPA Batu Layang. Oleh sebab itu, berbagai upaya dilakukan pemerintah bahkan mengerahkan bagaimana sampah ini bisa terkelola dengan baik.

langkah ini agar tidak menimbulkan permasalahan, seperti kekumuhan dan timbulnya penyakit yang diakibatkan sampah dan lain sebagainya.

Sebagaimana diketahui, ada bermacam teknik atau metode dalam pengelolaan sampah. Diantaranya Reuse, Reduce dan Recycle (3R), komposting, pengelolaan gas metan dari sampah dan sebagainya.

“Kita memikirkan bagaimana caranya sampah ini, terutama pada generasi muda, bisa mempersepsikan sampah bukan merupakan benda yang tidak berguna, tetapi benda yang bisa dikelola menjadi bermanfaat dan bernilai. Mulai dari rumah tangga hingga di pembuangan akhir,” ungkapnya.

Walkot berharap, melalui HPSN ini menjadi momen untuk mengingatkan semua betapa pentingnya peduli terhadap lingkungan. dijelaskan Edi, berbagai cara dan inovasi bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan.salah satunya, memperbanyak penanaman pohon, mengedukasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan langkah-langkah lainnya.

“Mudah-mudahan momen ini kita bisa berbuat optimal untuk mengerti tentang sampah dan bagaimana cara kita mengelola sampah serta menjadi role model lingkungan di masyarakat,” pungkas Walkot.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *