Selasa, Mei 21, 2024

Doa dan Anjuran Dalam Menyambut Kepulangan Jamaah Haji ke Tanah Air

Gelombang pertama pemulangan jamaah haji telah dimulai, dan dalam waktu dekat akan disusul oleh gelombang pemulangan selanjutnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
aktivitas jamaah haji yang sedang melaksanakan Ibadah Haji di Mekkah (foto-unsplash)
aktivitas jamaah haji yang sedang melaksanakan Ibadah Haji di Mekkah (foto-unsplash)

PONTIANAK- Doa dan Anjuran Dalam Menyambut Kepulangan Jamaah Haji ke Tanah Air

Pulangnya jamaah haji Indonesia ke tanah air menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. 

Setelah menyelesaikan ibadah haji, mereka secara bertahap kembali ke Indonesia.

Gelombang pertama pemulangan jamaah haji telah dimulai, dan dalam waktu dekat akan disusul oleh gelombang pemulangan selanjutnya.

Di Indonesia, terdapat berbagai tradisi dalam menyambut kepulangan jamaah haji dari tanah suci. 

Salah satunya adalah mengadakan selamatan atau syukuran yang melibatkan keluarga, sanak saudara, sahabat, dan tetangga. 

Biasanya, selamatan ini diatur oleh keluarga atau orang terdekat.

Selain itu, orang-orang yang baru pulang dari ibadah haji juga saling berjabat tangan dan meminta doa kepada mereka yang telah menunaikan haji. 

Dilansir dari laman NU Online, meminta doa kepada jamaah haji yang baru pulang adalah anjuran yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Hal tersebut didasarkan pada sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا لَقِيتَ الْحَاجَّ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَصَافِحْهُ وَمُرْهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بَيْتَهُ فَإِنَّهُ مَغْفُورٌ لَهُ

Artinya: “Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: ‘Rasulullah bersabda: ‘Jika kamu menjumpai orang yang baru berpulang dari haji maka berilah salam kepadanya, dan jabatlah tangannya, serta mintalah kepadanya untuk memohonkan ampun buatmu sebelum ia memasuki rumahnya, sebab ia telah diampuni dosa-dosanya.’” (HR Imam Ahmad)

Menurut penjelasan Imam Al-Ghazali, tradisi penyambutan jamaah haji saat tiba di rumah telah menjadi praktik yang dilakukan oleh para ulama sejak lama. 

Biasanya, ketika jamaah haji tiba, mereka akan mencium keningnya sebagai tanda penghormatan sebelum ia melakukan dosa. 

Diriwayatkan dari sebuah hadits sebagai berikut :

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ خَرَجْتُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ نَتَلَقَّى الْحَاجَّ فَنُسَلِّمُ عَلَيْهِمْ قَبْلَ أَنْ يَتَدَنَّسُوا

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Isma’il bin Abdil Malik dari Habib bin Abi Tsabit dia berkata, ‘Saya berangkat bersama Ibnu Umar, kami menjumpai para jamaah haji, dan mengucapkan salam kepada mereka sebelum mereka kotor (melakukan dosa).’” (HR. Imam Ahmad) (Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumidddin, 2016 :juz 1, h. 315)

Salah satu doa yang dapat dibaca dalam penyambutan ini adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dari Sahabat Abu Hurairah.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الحَاجُّ

Allâhummaghfir lil hâjj, wa li man istaghfara lahul hâjj.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa jamaah haji ini dan dosa orang yang dimintakan ampun oleh jamaah haji ini.”

Doa tersebut berisi permohonan ampun bagi jamaah haji dan orang-orang yang memohonkan ampunan untuk mereka.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...