Sabtu, Juni 22, 2024

Dies Natalis ke-2 Universitas OSO, Pemprov Kalbar Minta Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

DINDANEWS, PONTIANAK – Dies Natalis ke-2 Universitas OSO merupakan momentum yang sangat strategis dalam mengevaluasi kinerja lembaga pendidikan selama 2 tahun berkiprah.

Tentunya banyak hal yang telah dilakukan Universitas OSO dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi diusianya sudah dua tahun ini.

Evaluasi kinerja terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi itu sangat diperlukan guna memastikan pencapaiannya sesuai visi dan misi yang diemban Universitas OSO.

“Sehingga diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan terdepan dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat, khususnya di Kaimantan Barat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar Harisson ketika membacakan sambutan Gubernur Kalbar Sutarmijdi saat Dies Natalis ke-2 Universitas OSO di Ballroom Grand Mahkota Hotel, Senin 31 Januari 2022.

Harisson mengatakan, keberadaan perguruan tinggi memegang peran yang strategis untuk menghadapi realitas dan tuntutan globalisasi..

Ia menjelaskan, tuntutan globalisasi itu di antaranya ketersediaan SDM yang cerdas, handal, kreatif dan memiliki keunggulan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) serta kualitas Iman dan Taqwa (Imtaq) yang kokoh

“Tantangan yang dihadapi pendidikan tinggi khususnya di Kalbar, dengan kondisi geografis yang berbatasan langsung dengan Serawak-malaysia, kiranya memerlukan perhatian yang serius untuk terus ditingkatkan penangananya,” ucap Harisson.

Sejalan dengan hal itu, kata Harisson, Pemprov Kalbar memiliki komitmen yang cukup tinggi dalam membangun dan mengembangkan pendidikan tinggi, di antaranya melalui:

  1. Peningkatan kerjasama perguruan tinggi dengan dunia usaha atau industri  dan pemerintah daerah
  2. Meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha atau industri dan pengembangan wilayah
  3. Kerjasama pendidikan dan penelitian yang menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan seni
  4. Pemanfaatan hasil penelitian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan kebijakan, perencanaan, monitoring dan evaluasi .
  5. Pengawasan pelaksanaan pembangunan pendidikan tinggi, sejalan dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabel dan desentralisasi.

Di tempat yang sama, Rektor Universitas OSO Dede Suratman mengungkakan, perguruan tinggi yang dipimpinnya memiliki 5 Program Studi. Saat ini yang sudah berjalan Prodi Kelautan, Manajemen, dan Hukum.

Dede Suratman berharap kepada perguruan tinggi lainnya, serta stakeholder terkait dapat bekerjasama di bidang pendidikan dengan Universitas OSO.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *