Selasa, Juni 25, 2024

Dampak Phubbing, Kebiasaan Bermain HP Saat Bersama Pasangan Rawan Perpisahan Dalam Rumah Tangga

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perilaku phubbing dapat menyebabkan risiko perpisahan dalam rumah tangga

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Phubbing Kebiasaan Bermain HP Saat Bersama Pasangan (foto-ilustrasi Istock)
Phubbing Kebiasaan Bermain HP Saat Bersama Pasangan (foto-ilustrasi Istock)

PONTIANAK- Dampak Phubbing, Kebiasaan Bermain HP Saat Bersama Pasangan Rawan Perpisahan Dalam Rumah Tangga

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Nigde Omer Halisdemir University, Turki, menemukan temuan menarik terkait dampak kebiasaan bermain ponsel atau HP saat pasangan berdua bersama. 

Fenomena ini dikenal sebagai “phubbing,” di mana salah satu pasangan lebih tertarik dengan perangkat ponselnya dari pada memberikan perhatian pada pasangan yang berada di dekatnya.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perilaku phubbing dapat menyebabkan risiko perpisahan dalam rumah tangga. 

Pasangan yang sering melakukan phubbing satu sama lain ternyata memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang sangat rendah. 

Para ilmuwan dari Nigde Omer Halisdemir University menjelaskan bahwa rasa diabaikan akibat phubbing dapat memperburuk kondisi hubungan dan mengakibatkan lebih banyak konflik dari pada momen kebersamaan yang romantis.

Penelitian ini melibatkan 712 orang yang telah menikah di Turki, terdiri dari 347 perempuan dan 365 laki-laki dengan usia rata-rata 37 tahun. 

Para peserta penelitian diminta untuk memberikan tanggapan mengenai tingkat kepuasan pernikahan, kecenderungan melakukan phubbing, dan keterampilan komunikasi yang mereka miliki. 

Dari hasil penelitian ini, terungkap bahwa phubbing menjadi masalah serius bagi pasangan yang telah menikah karena mengganggu kualitas komunikasi di antara mereka. 

Lebih memprihatinkan lagi, terdapat kecenderungan bahwa salah satu pasangan lebih tertarik dengan gawai mereka dari pada berinteraksi secara langsung dengan pasangan saat berdua.

Izzet Parmaksiz, penulis utama penelitian ini, menekankan bahwa konflik dalam pernikahan sering kali muncul ketika seseorang merasa diabaikan oleh pasangan yang seharusnya mereka hargai dan cintai. 

Hal ini berdampak negatif pada tingkat kepuasan dalam hubungan tersebut. 

Untuk itu, Izzet Parmaksiz menyarankan agar pasangan harus lebih “hadir” secara fisik dan emosional ketika berada bersama orang yang mereka cintai.

Dengan demikian, perhatian penuh tanpa gangguan ponsel dapat memperkuat ikatan dalam hubungan pernikahan.

Penelitian tentang fenomena phubbing ini muncul tak lama setelah penelitian lain yang juga menunjukkan bahwa para “phubber” atau orang yang sering melakukan phubbing, lebih berisiko mengalami masalah kesehatan mental tertentu. 

Temuan dari ilmuwan Nigde Omer Halisdemir University semakin menguatkan bahaya phubbing dalam hubungan pernikahan. 

Sebelumnya, para peneliti dari University of Oklahoma juga mengemukakan bahwa orang-orang yang sering melakukan phubbing cenderung lebih rentan terhadap depresi.

Phubbing menjadi isu serius yang perlu mendapat perhatian dari pasangan dalam hubungan rumah tangga. 

Melalui kesadaran dan usaha bersama untuk mengurangi kebiasaan bermain HP saat bersama, diharapkan keintiman dan komunikasi dalam pernikahan dapat ditingkatkan, sehingga dapat memperkuat ikatan emosional dan membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...