Rabu, Juni 19, 2024

Cerita Usman, Warga Kubu Raya yang Rumahnya Ludes Dilahap Api Karhutla

DINDANEWS, KUBU RAYA – Usman Ai tak menyangka bakal kehilangan rumah. Padahal, lelaki berusia 43 tahun ini sudah dua hari berjuang menjinakkan api yang membakar lahan di sekitar rumahnya.

Usman merupakan warga Parit Ngabe, RT 09 RW 11, Dusun Wonodadi, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Rumahnya yang berada di Jalan Angkasa Pura 2, Parit Ngabe itu hangus dan ratah dengan tanah. Tak ada harta benda yang tersisa. Beruntunglah, istri dan anaknya dapat selamat dari musibah yang terjadi pada Kamis, 3 Maret 2022 siang itu.

“Awalnya, saya kan sedang bantu memadamkan api di belakang ini (Gang Bahagia). Lalu anak saya di rumah ini teriak. Saya lari ke rumah dan melihat api sudah setengah membakar,” cerita Usman.

Saat itu yang ada dalam benaknya hanya bagaimana bisa menyelamatkan keluarganya tanpa memikirkan yang lain. Karena api nyari membakar rumahnya.

“Saya hanya mikir bagaimana selamatkan anak saya. Harta benda nanti dululah,” katanya.

Usman yang sudah sejak dua hari sebelumnya berjibaku dengan api inipun berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Namun karena rumahnya berbahan material yang mudah terbakar, api pun sulit dijinakkan.

“Saya dua hari sudah padamkan api di belakang. Jadi tidak mengira api sampai ke sini membakar rumah. Karena (daun dan ranting) sudah dibersihkan. Ternyata apinya loncat ke sini,” katanya.

Rumah Usman rata dengan tanah karena keganasan api dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Harta bendanya pun tak bersisa. Usman yang kesehariannya berkebun ini hanya bisa pasrah. Ia dan keluarganya pun terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya.

“Mungkin (tinggal) tempat adik nanti. Habis semua terbakar,” tutupnya.

Api yang membakar lahan gambut ini memang ganas. Tiba-tiba saja membakar rumah Usman. Sudah begitu, bangunan tinggi yang difungsikan sebagai rumah sarang burung walet pun nyaris dilahap api.

Beruntung tim pemadam kebakaran cepat tiba di lokasi. Sehingga, pendinginan dapat dilakukan dan rumah sarang walet ini selamat dari api.

“Di belakang itu sedang ada yang buka lahan (dengan cara dibakar, red). Katanya untuk perumahan. Lalu apinya ditiup angin kebawa ke sini,” kata Edy Prayogo, pemilik sarang burung walet.

Ia mengucap syukur karena ada pertolongan sehingga rumah sarang walet miliknya selamat dari api. Karena, kata dia, rumah yang persis di samping sarang walet ini hangus dalam waktu tujuh menit.

“Bersyukur ada pertolongan. Kalau tidak semuanya bakal habis,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kubu Raya, M Yasier bilang, timnya memang sudah beberapa hari ini berjuang melawan api di beberapa titik.

Kendala yang sering dihadapi adalah minimnya sumber air. Selain itu, kekurangan personel juga menjadi hambatan dalam pemadaman.

Karena, saat sedang memadamkan api yang cukup besar, tim terpaksa harus membagi tenaga untuk memadamkan api yang tiba-tiba sudah mendekati bangunan atau pemukiman.

Ia pun berharap dukungan dan doa masyarakat agar bencana tahunan ini segera teratasi.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *