Jumat, Juni 14, 2024

Biaya Pembuatan Sertifikat Halal bagi UMKM Turun, Kubu Raya Minta Kepastian Kuota

DINDANEWS, KUBU RAYA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan untuk menurunkan biaya pembuatan Sertifikat Halal bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi Rp650 Ribu.

Penurunan biaya pembuatan Sertifikat Halal bagi UMKM ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Namun, Pemerintah Kubu Raya meminta kejelasan tentang ketersediaan kuota Sertifikat Halal bagi UMKM tersebut.

“Jangan sampai UMKM sudah mendaftar namun kuota terbatas, ini tentu perlu diantisipasi,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Kubu Raya, Nora Sari Arani, kemarin.

Nora Sari mengatakan, pihaknya sudah mensosialisasikan pengurangan biaya pembuatan Sertifikat Halal kepada UMKM di Kubu Raya.

“Tapi sekali lagi, harus ada kejelasan dari Kemenag terkait kuota untuk setiap kabupaten/kota,” tegas Nora Sari.

Seperti diketahui, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag menurunkan biaya Sertifikasi Halal reguler (berbayar).

Khususnya biaya pembuatan Sertifikat Halal bagi UMKM yang sebelumnya Rp3 Juta hingga Rp4 juta menjadi hanya Rp650 Ribu.

Biaya Sertifikasi Halal reguler untuk UMKM dipatok Rp650 Ribu dengan rincian Rp300 Ribu untuk pendaftaran dan penetapan kehalalan produk.

Sisanya Rp350 ribu untuk pemeriksaan kehalalan produk oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sebelum diterbitkan Sertifikat Halal.

Penurunan biaya itu bagian dari komitmen afirmasi yang dilakukan pemerintah untuk pelaku UMKM dengan tujuan stimulasi, khususnya pada masa pandemi Covid-19.

Dengan penurunan biaya pembuatan Sertifikat Halal ini, Kemenag menargetkan 10 Juta Sertifikat Halal.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *