Rabu, Juni 19, 2024

Berapa Harta Kekayaan Tomy Winata? Bos Proyek Pengembangan Rempang Eco City

Tomy Winata, seorang pengusaha yang juga dikenal sejak zaman Orde Baru, memiliki berbagai bisnis yang menjadi sumber kekayaannya

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Tomy Winata, Bos Proyek Pengembangan Rempang Eco City (kolase dnews)
Tomy Winata, Bos Proyek Pengembangan Rempang Eco City (kolase dnews)

PONTIANAK- Berapa Harta Kekayaan Tomy Winata? Bos Proyek Pengembangan Rempang Eco City

Tomy Winata, seorang pengusaha terkenal, kini menjadi pusat perhatian. Hal ini karena dia adalah pemilik PT Mega Elok Graha (MEG), sebuah perusahaan yang sedang mengembangkan Kawasan Pulau Rempang di Batam, Kepulauan Riau.

Proyek ini dikabarkan memiliki nilai investasi mencapai Rp381 triliun. MEG, anak perusahaan yang dimiliki oleh Tomy Winata, akan mengelola sekitar 17.000 hektare lahan di Pulau Rempang. 

Namun, proyek ini telah menuai penolakan keras dari ribuan warga yang terdampak oleh penggusuran yang terjadi dalam proyek yang dikenal sebagai Rempang Eco-City.

Proses negosiasi antara pemerintah dan masyarakat terkait proyek Rempang Eco-City dimulai pada tahun 2004 setelah Pemerintah Provinsi Batam memberikan persetujuan terhadap rencana investasi baru di Pulau Rempang. Proyek ini telah mengalami penundaan selama 19 tahun lamanya.

Tomy Winata, seorang pengusaha yang juga dikenal sejak zaman Orde Baru, memiliki berbagai bisnis yang menjadi sumber kekayaannya. 

Keberhasilannya dalam membangun Grup Artha Graha atau Artha Graha Network bersama Sugianto Kusuma telah mengembangkan bisnisnya ke berbagai sektor, termasuk properti, keuangan, agro industri, dan perhotelan. 

AG Network juga melakukan diversifikasi bisnis ke bidang pertambangan, media, hiburan, ritel, IT & telekomunikasi, dan lainnya.

Tomy Winata memulai bisnisnya pada tahun 1972 dengan proyek pembangunan kantor koramil di Kota Singkawang, yang membawanya lebih dekat dengan kalangan militer. 

Dia kemudian dipercaya untuk membangun proyek-proyek lain, seperti barak dan sekolah militer. 

Saat ini, dia menjabat sebagai Komisaris bersama dengan Sugianto Kusuma sebagai Komisaris Utama di kawasan perkantoran SCBD.

Meskipun kebanyakan perusahaannya tidak terdaftar di bursa saham, harta kekayaan Tomy Winata diperkirakan mencapai setidaknya US$900 juta atau sekitar Rp13,8 triliun pada kurs saat ini. 

Pada tahun 2016, dia masuk dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan sebesar US$110 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa bisnis yang dimiliki oleh Tomy Winata:

1. PT Danayasa Arthatama

perusahaan milik Tomy Winata, telah mengembangkan kawasan SCBD sejak tahun 1987.

Perusahaan ini memiliki tanggung jawab untuk mengubah lahan seluas 45 hektar di Jakarta menjadi kawasan niaga terpadu modern di “Jantung Segitiga Emas” kota tersebut. 

Meskipun pernah melantai di bursa saham, perusahaan ini kemudian keluar dari bursa pada tahun 2020.

Saat ini, kepemilikan saham Tomy Winata di perusahaan ini tidak diketahui secara pasti, tetapi pada November 2019, perusahaan miliknya, Jakarta International Hotels & Development, memiliki 82,41 persen saham SCBD.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »
What to read next...