Jumat, Februari 23, 2024

Bawaslu Ajak Jurnalis di Kalbar Bahas TPS Rawan di Pemilu 2024

Sejumlah jurnalis dari media massa diskusi bersama Bawaslu Kalbar (Foto/Agil)

PONTIANAK – Bawaslu Ajak Jurnalis di Kalbar Bahas TPS Rawan di Pemilu 2024

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat mengajak sejumlah jurnalis dalam sebuah acara konsolidasi terkait pemberitaan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan menjelang hari pencoblosan Pemilihan Umum 2024.

Dalam acara Coffe Morning yang digelar pada hari Minggu, 11 Februari 2024, Ketua Bawaslu Kalbar, Mursyid Hidayat, menyampaikan hasil identifikasi kerawanan dan potensi pelanggaran di TPS secara aktual.

“Dalam melakukan pemetaan TPS rawan, Bawaslu menyusun variabel dan indikator TPS rawan pada Pemilu 2024. Terdapat 7 variabel dan 22 indikator yang kita gunakan untuk mengidentifikasi,” kata Mursyid dalam penyampaiannya di Kafe Tegak Lurus, Pontianak.

Dia juga menyoroti beberapa indikator kerawanan, seperti jumlah pemilih Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah tidak memenuhi syarat, praktik pemberian uang atau barang pada masa kampanye di sekitar lokasi TPS, serta kendala logistik dan infrastruktur di lokasi TPS.

Mursyid juga melaporkan bahwa sejumlah TPS di Kalimantan Barat memiliki indikasi kerawanan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

“Seperti 1.121 TPS berada di wilayah rawan bencana dan 1.106 TPS terkendala jaringan listrik,” tambahnya.

Selain itu, Bawaslu menekankan pentingnya memaksimalkan partisipasi publik dalam upaya pencegahan, meningkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, dan menjadikan hasil identifikasi pemetaan TPS rawan sebagai pijakan untuk menyusun langkah-langkah pencegahan lebih lanjut.

“Dengan demikian diharapkan kesadaran masyarakat semakin menguat dan lebih optimal terlibat bersama Badan Pengawas Pemilu melakukan pencegahan pelanggaran,” terang Mursyid.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...